Tak seperti kebanyakan wanita yang enggan kehilangan simbol feminimnya, Angelina Jolie menyetujui operasi pengangkatan payudaranya ketika dokter mendeteksi kanker. Baru-baru ini pemain film The Tourist tersebut memyuarakan kepada publik tentang mastektomi yang dilakukannya. Tak malu, Angie malah berharap aksinya ini dapat memberi semangat bagi sesama penderita kanker payudara (BRCA1).
"Ketika seseorang dikenal sebagai wanita cantik di penjuru dunia lalu mengidap kanker payudara dan harus diangkat, tak banyak yang dapat menerimanya. Bahkan mereka akan mencibir 'kenapa ia melakukannya?'" kata Kristi Funk, dokter Angelina Jolie seperti diberitakan Femalefirst.
Kristi memuji tindakan ibu enam anak itu tentang keputusannya untuk mengangkat aset berharganya sebagi seorang wanita. Juga tentang kejujurannya kepada publik mengenai operasi yang dilakukannya untuk memotivasi penderita kanker lainnya.
Pasangan Brad Pitt ini memang tak begitu saja melewati masalah ini, namun ia cukup tenang menunggu waktu yang tepat melakukannya dan sampai hari ini ia tetap dapat hidup untuk kekasih dan anak-anaknya.
"Saya pikir yang paling penting adalah memberitahu orang-orang tentang operasi, tentang sesuatu yang sangat pribadi," tambah dokter itu lagi.
Kristi mengatakan bahwa Angie memang sudah lama ingin membantu semua orang lewat tindakan apapun. Dia berharap masyarakat khususnya kaum hawa menjadi sadar bahwa ketika seseorang divonis menderita kanker bukan berarti kehidupannya berakhir. Masih banyak yang bisa dilakukan untuk bertahan hidup untuk orang-orang yang dicintainya dan juga untuk berkarya. Lihat saja, Angelina Jolie.
Sumber: Liputan6
Khasiat dan manfaat obat herbal tradisional dari tanaman obat alami untuk mengobati berbagai penyakit
Senin, 19 Agustus 2013
Jumat, 16 Agustus 2013
Kisah penderita kanker yang jatuh bangun atau jatuh selamanya
Kanker adalah penyakit yang sulit disembuhkan terlebih jika terdeteksinya sudah dalam stadium lanjut. Penderitanya harus jatuh bangun agar sembuh atau malah jatuh selamanya dan tak bangun lagi.
Walau punya semangat hidup yang tinggi karena kondisi tubuh yang kian lemah, penderita kanker akhirnya tak berdaya.
Berikut kisah-kisah sukses pasien yang berhasil melawan kanker dan juga cerita miris karena tak berdaya ditekuk kanker, yang bisa menjadi pelajaran buat semua orang agar lebih peduli pada kesehatannya :
1. Kisah sukses Rima Melati
Menjalani karir di dunia hiburan membuat aktris Rima Melati di masa mudanya begitu dekat dengan lingkungan perokok. Bahkan ia mengakui, dirinya sendiri adalah mantan perokok berat yang pada masanya pernah sanggup menghabiskan 2 bungkus rokok dalam sehari.
Kebiasaan buruk ini membuat Rima harus menerima diagnosis kanker usus pada tahun 1981. Pemilik nama asli Marjolien Tambajong ini mengisahkan, dokter pribadinya yakin bahwa salah satu pemicu utamanya adalah racun-racun dari asap rokok yang sehari-hari masuk ke paru-parunya.
Cobaan pertama ini bisa dilalui Rima dengan baik, hingga akhirnya ia sembuh dari kanker usus berkat pengobatan yang intensif. Namun sayang, ia belum kapok juga menghisap rokok hingga akhirnya ancaman maut kembali datang melalui serangan kanker yang kedua.
"Sekitar 8 tahun setelah itu saya kena kanker di organ tubuh lain, di payudara. Dokter saya bilang penyebabnya sama. Dia marah-marah karena saya tidak berhenti merokok," jelas Rima seperti diberitakan detikHealth beberapa waktu silam.
Karena sudah memasuki stadium lanjut, Rima tidak punya pilihan lain kecuali harus menjalani operasi pengangkatan payudara. Dengan berat hati, ia berusaha mengikhlaskan payudara kiri yang telah digerogoti kanker itu untuk diangkat oleh dokter bedah.
Namun pada detik-detik terakhir menjelang operasi, salah seorang rekan menyarankannya untuk menjalani terapi di Belanda. Rima memilih untuk membatalkan operasi lalu terbang ke Belanda dan akhirnya Rima bisa sembuh tanpa harus kehilangan payudara kirinya.
2. Kisah Sukses Berthie Sompie
Sama seperti Rima Melati, mantan kapten tim nasional softball era 1980-1990 Albert Charles Sompie atau lebih dikenal sebagai Berthie Sompie juga terkena kanker gara-gara merokok. Bahkan lebih parah, Berthie mengaku pernah dalam satu masa bisa habis rokok 60 batang/hari.
Dampaknya ia rasakan pertama kali tahun 2004, ketika dokter menemukan kanker berukuran 6,5 cm di paru-paru sebelah kanan. Meski sempat mangkir dari pengobatan medis, Bertie akhirnya sukses menjalani operasi pada akhir 2005 saat kankernya sudah tumbuh menjadi 8 cm.
Namun tidak cukup sampai di situ, pada saat yang hampir sama dokter juga menemukan kanker di usus besarnya. Sama seperti kanker di paru-parunya, kanker di usus ini juga merupakan kanker primer yang artinya bukan sekedar persebaran dari kanker yang terdahulu.
Untungnya keberhasilan operasi kanker paru-paru dan juga serangkaian kemoterapi yang pernah dijalaninya dengan baik memberikan rasa percaya diri yang cukup kuat. Ditambah dengan semangatnya sebagai mantan atlet, Berthie juga sukses menjalani operasi kanker keduanya.
Dengan selalu menjaga rutinitas olahraga serta pola makan yang seimbang, Berthie hingga kini bisa hidup sehat dan bahkan sangat bugar di usianya yang sudah 53 tahun. Selain itu, ia juga gencar mengkampanyekan bahaya rokok bersama rekan-rekannya sesama survivor atau mantan pasien kanker.
3. Ibu Yulianti Menyerah Kepada Kanker Rahim Setelah Berjuang 3 Tahun
Ibu Yulianti adalah salah satu pasien yang akhirnya harus menyerah terhadap penyakit kanker rahim yang dideritanya. Setelah berjuang selama 3 tahun, ia tak kuasa menahan keganasan kanker. Waktu bertahannya ini terbilang lumayan lama sebab dokter awalnya mendiagnosis ibu Yulianti hanya dapat bertahan selama setahun.
Sejak bulan Oktober 2009, ibu Yulianti mengeluh ngilu di perut bagian bawah seperti kram saat menstruasi. Meski semakin nyeri, ibu Yulianti tidak mau pergi ke dokter dan memilih diurut. Hingga akhirnya ia tidak bisa bangun dari tempat tidur dan badannya panas, barulah ia bersedia dibawa ke dokter.
Ketika berkonsultasi ke dokter kandungan, diketahui ada myom sebesar 8 cm di dekat rahim dan harus diangkat lewat operasi. Saat operasi, dokter menemukan ada bibit-bibit kanker di sekitar rahim. Menurut dokter, penanganannya sudah terlambat karena sel kankernya telah menyebar.
"Ternyata darah yang keluar setelah diurut itu bukan menstruasi, tapi sel kanker yang pecah sehingga meluas kena kanker rahim, jadi rahimnya harus diangkat. Kata dokter itu sudah stadium 3C," ujar Dyah Gayatri sang anak, saat dihubungi detikHealth.
Setelah operasi, Ibu Yuli memutuskan menjalani kemoterapi sehingga harus dipindah ke RS Kanker Dharmais. Selesai paket 1 kemoterapi, ibu Yuli sempat bisa menyetir lagi dan badannya tidak kurus. Tapi 2 bulan berikutnya kadar Ca-nya (kanker) kembali tinggi dan mengalami kekambuhan tapi bukan di daerah rahim, melainkan menyebar ke usus.
Pada awal 2011 dokter menemukan tumor ganas sebesar telur di bawah lambung. Hasil pemeriksaan endoskopi menemukan di sekitar tumor ada bibit-bibit kanker sehingga tidak bisa dioperasi. Kalau bibit yang seperti anggur ini pecah, maka penanganannya akan lebih susah karena kanker akan menyebar.
Ibu Yuli akhirnya harus menjalani kemoterapi paket 2 dengan obat yang dosisnya lebih tinggi. Efeknya langsung kelihatan karena ia bisa muntah 10 - 15 kali dalam sehari. Ibu Yuli juga tidak mau makan dan rambutnya rontok. Setelah menjalani 3 kali kemoterapi, ia memutuskan berhenti karena tidak kuat.
Tumor yang sempat mengecil pun kembali membesar hingga akhirnya mau tidak mau ia harus dikemoterapi lagi. Karena kondisi badannya sudah lemah dan obatnya keras, tubuh Ibu Yuli pun semakin kurus.
"Habis lebaran 2011 mulai memburuk lagi, kurus banget, nggak bisa jalan, makan nggak bisa dan dirawat di Dharmais selama 2 bulan karena muntah terus. Jadi tumor ini menekan lambung, setiap ada makanan yang masuk muntah. Sempat dikemoterapi lagi 2 kali, tapi setelah itu ibu nggak sanggup dan mau pulang ke rumah," kenang Dyah.
Untuk mengobati penyakitnya, ibu Yulianti sempat berupaya menjalani pengobatan alternatif dengan minum jamu. Khasiatnya lumayan sebab muntahnya berhenti, bisa makan dan terlihat lebih segar. Entah hal ini diebabkan jamunya mujarab atau karena sugesti saja.
Di awal Januari 2012, tiba-tiba ibu Yuli tidak bisa melihat dan badannya gemetar. Setelah ke rumah sakit, diketahui ia mengalami dehidrasi dan tekanan darah rendah sehingga harus dirawat di rumah sakit selama seminggu.
Sayangnya, seminggu setelah pulang dari rumah sakit, Ibu Yulianti meninggal dunia, tepatnya pada 3 Februari 2012. Ternyata sejak pertama kali divonis kanker, dokter sudah mengatakan bahwa kondisi Ibu Yuli terbilang gawat dan diperkirakan hidupnya tinggal 1 tahun.
4. Zulfikar yang Harus Menyerah dengan Kanker Langka
Zulfikar baru berusia 11 tahun saat kanker menyerang tubuhnya. Februari 2009, sejak saat itu ia mulai sering mengeluh nyeri dan pegal di tubuhnya meski belum mengganggu aktivitas sehingga tidak diperiksakan. Namun pada awal Agustus 2009, rasa nyeri tersebut datang lagi dan disertai dengan pendarahan pada urinenya.
Saat itu kondisinya langsung drop. Zulfikar yang tinggal di Balikpapan langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan biopsi awal. Tapi dokter belum tahu apa penyakitnya.
Karena semakin drop, bocah kelahiran 1 Agustus 1997 ini pun terpaksa dirujuk ke RSAB Harapan Kita Jakarta, yang kemudian dirujuk lagi ke RS Kanker Dharmais.
Dari hasil biopsi kedua inilah dokter mengetahui bahwa Zulfikar terkena penyakit kanker tulang belakang jenis Myxopapillary ependymoma yang merupakan salah satu kasus kanker yang jarang ditemui di Indonesia stadium awal.
Tapi perjalanan penyakit ini cenderung cepat, karena pada Desember 2009 dokter justru memvonis penyakitnya makin parah dan masuk stadium lanjut yang membuatnya hanya bisa berada di tempat tidur dan mendapatkan pengobatan paliatif saja, karena tipisnya harapan yang dimiliki serta adanya masalah biaya.
Meskipun sudah divonis hanya punya sedikit harapan hidup, tapi Zulfikar sering mengatakan pada ibunya bahwa dirinya ingin sembuh. Semangat yang dimiliki Zulfikar untuk sembuh terkadang sering membuat ibunya merasa sangat sedih.
Kala itu, Fikar panggilan akrabnya, masih berjuang untuk bisa melawan sel-sel kanker yang menyerang tubuhnya. Meskipun harapan hidupnya tipis, anak yatim itu tetap memiliki semangat besar untuk sembuh dan membahagiakan ibunda tercinta, satu-satu keluarga inti yang dimiliki setelah ayahnya meninggal pada tahun 2007.
Dukungan terhadap Fikar untuk sembuh datang dari banyak pihak. Beberapa pilot dari Maskapai Garuda Indonesia datang khusus menjenguknya karena Fikar selalu bercita-cita ingin jadi pilot, Menteri Perbedayaan Perempuan Linda Gumelar serta pemain sepak bola Bambang Pamungkas karena Fikar hobi bermain play station bola.
"Fikar sejak kelas 1 SD sudah punya cita-cita ingin menjadi pilot, jadi dokter sengaja mendatangkan pilot kesini untuk membangkitkan semangat hidup Fikar," ujar Nurhasanah.
Namun ternyata takdir berkehendak lain, tubuh Fikar tidak lagi mampu melawan sel-sel kanker ganas yang menyerang. Ia pun meninggal dunia pada 30 Desember 2009 akibat kanker tulang belakang.
Sumber: Detik Health
Walau punya semangat hidup yang tinggi karena kondisi tubuh yang kian lemah, penderita kanker akhirnya tak berdaya.
Berikut kisah-kisah sukses pasien yang berhasil melawan kanker dan juga cerita miris karena tak berdaya ditekuk kanker, yang bisa menjadi pelajaran buat semua orang agar lebih peduli pada kesehatannya :
1. Kisah sukses Rima Melati
Menjalani karir di dunia hiburan membuat aktris Rima Melati di masa mudanya begitu dekat dengan lingkungan perokok. Bahkan ia mengakui, dirinya sendiri adalah mantan perokok berat yang pada masanya pernah sanggup menghabiskan 2 bungkus rokok dalam sehari.
Kebiasaan buruk ini membuat Rima harus menerima diagnosis kanker usus pada tahun 1981. Pemilik nama asli Marjolien Tambajong ini mengisahkan, dokter pribadinya yakin bahwa salah satu pemicu utamanya adalah racun-racun dari asap rokok yang sehari-hari masuk ke paru-parunya.
Cobaan pertama ini bisa dilalui Rima dengan baik, hingga akhirnya ia sembuh dari kanker usus berkat pengobatan yang intensif. Namun sayang, ia belum kapok juga menghisap rokok hingga akhirnya ancaman maut kembali datang melalui serangan kanker yang kedua.
"Sekitar 8 tahun setelah itu saya kena kanker di organ tubuh lain, di payudara. Dokter saya bilang penyebabnya sama. Dia marah-marah karena saya tidak berhenti merokok," jelas Rima seperti diberitakan detikHealth beberapa waktu silam.
Karena sudah memasuki stadium lanjut, Rima tidak punya pilihan lain kecuali harus menjalani operasi pengangkatan payudara. Dengan berat hati, ia berusaha mengikhlaskan payudara kiri yang telah digerogoti kanker itu untuk diangkat oleh dokter bedah.
Namun pada detik-detik terakhir menjelang operasi, salah seorang rekan menyarankannya untuk menjalani terapi di Belanda. Rima memilih untuk membatalkan operasi lalu terbang ke Belanda dan akhirnya Rima bisa sembuh tanpa harus kehilangan payudara kirinya.
2. Kisah Sukses Berthie Sompie
Sama seperti Rima Melati, mantan kapten tim nasional softball era 1980-1990 Albert Charles Sompie atau lebih dikenal sebagai Berthie Sompie juga terkena kanker gara-gara merokok. Bahkan lebih parah, Berthie mengaku pernah dalam satu masa bisa habis rokok 60 batang/hari.
Dampaknya ia rasakan pertama kali tahun 2004, ketika dokter menemukan kanker berukuran 6,5 cm di paru-paru sebelah kanan. Meski sempat mangkir dari pengobatan medis, Bertie akhirnya sukses menjalani operasi pada akhir 2005 saat kankernya sudah tumbuh menjadi 8 cm.
Namun tidak cukup sampai di situ, pada saat yang hampir sama dokter juga menemukan kanker di usus besarnya. Sama seperti kanker di paru-parunya, kanker di usus ini juga merupakan kanker primer yang artinya bukan sekedar persebaran dari kanker yang terdahulu.
Untungnya keberhasilan operasi kanker paru-paru dan juga serangkaian kemoterapi yang pernah dijalaninya dengan baik memberikan rasa percaya diri yang cukup kuat. Ditambah dengan semangatnya sebagai mantan atlet, Berthie juga sukses menjalani operasi kanker keduanya.
Dengan selalu menjaga rutinitas olahraga serta pola makan yang seimbang, Berthie hingga kini bisa hidup sehat dan bahkan sangat bugar di usianya yang sudah 53 tahun. Selain itu, ia juga gencar mengkampanyekan bahaya rokok bersama rekan-rekannya sesama survivor atau mantan pasien kanker.
3. Ibu Yulianti Menyerah Kepada Kanker Rahim Setelah Berjuang 3 Tahun
Ibu Yulianti adalah salah satu pasien yang akhirnya harus menyerah terhadap penyakit kanker rahim yang dideritanya. Setelah berjuang selama 3 tahun, ia tak kuasa menahan keganasan kanker. Waktu bertahannya ini terbilang lumayan lama sebab dokter awalnya mendiagnosis ibu Yulianti hanya dapat bertahan selama setahun.
Sejak bulan Oktober 2009, ibu Yulianti mengeluh ngilu di perut bagian bawah seperti kram saat menstruasi. Meski semakin nyeri, ibu Yulianti tidak mau pergi ke dokter dan memilih diurut. Hingga akhirnya ia tidak bisa bangun dari tempat tidur dan badannya panas, barulah ia bersedia dibawa ke dokter.
Ketika berkonsultasi ke dokter kandungan, diketahui ada myom sebesar 8 cm di dekat rahim dan harus diangkat lewat operasi. Saat operasi, dokter menemukan ada bibit-bibit kanker di sekitar rahim. Menurut dokter, penanganannya sudah terlambat karena sel kankernya telah menyebar.
"Ternyata darah yang keluar setelah diurut itu bukan menstruasi, tapi sel kanker yang pecah sehingga meluas kena kanker rahim, jadi rahimnya harus diangkat. Kata dokter itu sudah stadium 3C," ujar Dyah Gayatri sang anak, saat dihubungi detikHealth.
Setelah operasi, Ibu Yuli memutuskan menjalani kemoterapi sehingga harus dipindah ke RS Kanker Dharmais. Selesai paket 1 kemoterapi, ibu Yuli sempat bisa menyetir lagi dan badannya tidak kurus. Tapi 2 bulan berikutnya kadar Ca-nya (kanker) kembali tinggi dan mengalami kekambuhan tapi bukan di daerah rahim, melainkan menyebar ke usus.
Pada awal 2011 dokter menemukan tumor ganas sebesar telur di bawah lambung. Hasil pemeriksaan endoskopi menemukan di sekitar tumor ada bibit-bibit kanker sehingga tidak bisa dioperasi. Kalau bibit yang seperti anggur ini pecah, maka penanganannya akan lebih susah karena kanker akan menyebar.
Ibu Yuli akhirnya harus menjalani kemoterapi paket 2 dengan obat yang dosisnya lebih tinggi. Efeknya langsung kelihatan karena ia bisa muntah 10 - 15 kali dalam sehari. Ibu Yuli juga tidak mau makan dan rambutnya rontok. Setelah menjalani 3 kali kemoterapi, ia memutuskan berhenti karena tidak kuat.
Tumor yang sempat mengecil pun kembali membesar hingga akhirnya mau tidak mau ia harus dikemoterapi lagi. Karena kondisi badannya sudah lemah dan obatnya keras, tubuh Ibu Yuli pun semakin kurus.
"Habis lebaran 2011 mulai memburuk lagi, kurus banget, nggak bisa jalan, makan nggak bisa dan dirawat di Dharmais selama 2 bulan karena muntah terus. Jadi tumor ini menekan lambung, setiap ada makanan yang masuk muntah. Sempat dikemoterapi lagi 2 kali, tapi setelah itu ibu nggak sanggup dan mau pulang ke rumah," kenang Dyah.
Untuk mengobati penyakitnya, ibu Yulianti sempat berupaya menjalani pengobatan alternatif dengan minum jamu. Khasiatnya lumayan sebab muntahnya berhenti, bisa makan dan terlihat lebih segar. Entah hal ini diebabkan jamunya mujarab atau karena sugesti saja.
Di awal Januari 2012, tiba-tiba ibu Yuli tidak bisa melihat dan badannya gemetar. Setelah ke rumah sakit, diketahui ia mengalami dehidrasi dan tekanan darah rendah sehingga harus dirawat di rumah sakit selama seminggu.
Sayangnya, seminggu setelah pulang dari rumah sakit, Ibu Yulianti meninggal dunia, tepatnya pada 3 Februari 2012. Ternyata sejak pertama kali divonis kanker, dokter sudah mengatakan bahwa kondisi Ibu Yuli terbilang gawat dan diperkirakan hidupnya tinggal 1 tahun.
4. Zulfikar yang Harus Menyerah dengan Kanker Langka
Zulfikar baru berusia 11 tahun saat kanker menyerang tubuhnya. Februari 2009, sejak saat itu ia mulai sering mengeluh nyeri dan pegal di tubuhnya meski belum mengganggu aktivitas sehingga tidak diperiksakan. Namun pada awal Agustus 2009, rasa nyeri tersebut datang lagi dan disertai dengan pendarahan pada urinenya.
Saat itu kondisinya langsung drop. Zulfikar yang tinggal di Balikpapan langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan biopsi awal. Tapi dokter belum tahu apa penyakitnya.
Karena semakin drop, bocah kelahiran 1 Agustus 1997 ini pun terpaksa dirujuk ke RSAB Harapan Kita Jakarta, yang kemudian dirujuk lagi ke RS Kanker Dharmais.
Dari hasil biopsi kedua inilah dokter mengetahui bahwa Zulfikar terkena penyakit kanker tulang belakang jenis Myxopapillary ependymoma yang merupakan salah satu kasus kanker yang jarang ditemui di Indonesia stadium awal.
Tapi perjalanan penyakit ini cenderung cepat, karena pada Desember 2009 dokter justru memvonis penyakitnya makin parah dan masuk stadium lanjut yang membuatnya hanya bisa berada di tempat tidur dan mendapatkan pengobatan paliatif saja, karena tipisnya harapan yang dimiliki serta adanya masalah biaya.
Meskipun sudah divonis hanya punya sedikit harapan hidup, tapi Zulfikar sering mengatakan pada ibunya bahwa dirinya ingin sembuh. Semangat yang dimiliki Zulfikar untuk sembuh terkadang sering membuat ibunya merasa sangat sedih.
Kala itu, Fikar panggilan akrabnya, masih berjuang untuk bisa melawan sel-sel kanker yang menyerang tubuhnya. Meskipun harapan hidupnya tipis, anak yatim itu tetap memiliki semangat besar untuk sembuh dan membahagiakan ibunda tercinta, satu-satu keluarga inti yang dimiliki setelah ayahnya meninggal pada tahun 2007.
Dukungan terhadap Fikar untuk sembuh datang dari banyak pihak. Beberapa pilot dari Maskapai Garuda Indonesia datang khusus menjenguknya karena Fikar selalu bercita-cita ingin jadi pilot, Menteri Perbedayaan Perempuan Linda Gumelar serta pemain sepak bola Bambang Pamungkas karena Fikar hobi bermain play station bola.
"Fikar sejak kelas 1 SD sudah punya cita-cita ingin menjadi pilot, jadi dokter sengaja mendatangkan pilot kesini untuk membangkitkan semangat hidup Fikar," ujar Nurhasanah.
Namun ternyata takdir berkehendak lain, tubuh Fikar tidak lagi mampu melawan sel-sel kanker ganas yang menyerang. Ia pun meninggal dunia pada 30 Desember 2009 akibat kanker tulang belakang.
Sumber: Detik Health
Kamis, 15 Agustus 2013
Obat-obatan yang meningkatkan risiko cacat lahir
Saat hamil, bukan hanya alkohol dan sushi yang harus dihindari. Konsumsi obat untuk meringankan hidung tersumbat (dekongestan) yang dijual bebas ternyata juga berisiko meningkatkan kelahiran bayi cacat.
Tim peneliti dari Harvard University and Boston University memeriksa 20.000 bayi dari berbagai negara bagian di AS pada dua dekade terakhir. Tim peneliti meminta perawat bertanya kepada ibu dari bayi-bayi itu apakah selama hamil minum obat dekongestan. Ternyata, beberapa jenis dekongestan meningkatkan risiko kecacatan tertentu pada bayi baru lahir.
Penelitian juga mengidentifikasi tiga bahan dekongestan yang berbahaya, terutama jika dikonsumsi pada trimester pertama dan atau menjelang kehamilan.
1. Phenylephrine
Phenylephrine meningkatkan risiko 8 kali lebih besar pada cacat endiocardial cushion, di mana kondisi dinding jantung bayi tidak terbentuk sempurna. Phenylephrine ditemukan pada merek obat dengan huruf PE di belakangnya, seperti Sudafed PE Congestionand dan Suphedrin PE.
2. Phenylpropanolaminea
Zat ini akan meningkatkan risiko cacat telinga sampai 8 kali. Zat ini juga meningkatkan risiko gangguan pada perut yang disebut pyloric stenosis. Walaupun sudah dilarang di Amerika, zat ini masih ada dalam pil seperti Accutrim and Dexatrim.
3. Pseudoephedrine
Pseudoephedrine meningkatkan risiko dinding perut yang tidak terbentuk sempurna. Kondisi ini disebutgastroschisis. Pada resep, obat ini merupakan pilihan, seperti Sudafed Congestion.
Sampai saat ini peneliti belum mengetahui bagaimana ketiga zat tersebut menyebabkan kecacatan. Namun, menurut peneliti, dekongestan mungkin menyempitkan saluran pembuluh darah. Jika dekongestan juga menyempitkan pembuluh darah rahim, maka aliran oksigen pada janin terganggu sehingga terjadi gangguan perkembangan.
Bagaimana jika telanjur mengonsumsi?
Peneliti menganjurkan agar ibu tidak terlalu mengkhawatirkan efek dekongestan. Namun, tetaplah waspada, mengingat obat-obatan umumnya tidak diuji coba pada wanita hamil.
Walau peningkatan risikonya sampai 8 kali, tetapi masih terbilang kecil. Misalnya Phenylephrine hanya memengaruhi 3 sampai 27 per 10.000 kehamilan. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya jika Anda sedang hamil atau sedang dalam program kehamilan, jangan membeli obat secara bebas.
Sumber: Kompas
Tim peneliti dari Harvard University and Boston University memeriksa 20.000 bayi dari berbagai negara bagian di AS pada dua dekade terakhir. Tim peneliti meminta perawat bertanya kepada ibu dari bayi-bayi itu apakah selama hamil minum obat dekongestan. Ternyata, beberapa jenis dekongestan meningkatkan risiko kecacatan tertentu pada bayi baru lahir.
Penelitian juga mengidentifikasi tiga bahan dekongestan yang berbahaya, terutama jika dikonsumsi pada trimester pertama dan atau menjelang kehamilan.
1. Phenylephrine
Phenylephrine meningkatkan risiko 8 kali lebih besar pada cacat endiocardial cushion, di mana kondisi dinding jantung bayi tidak terbentuk sempurna. Phenylephrine ditemukan pada merek obat dengan huruf PE di belakangnya, seperti Sudafed PE Congestionand dan Suphedrin PE.
2. Phenylpropanolaminea
Zat ini akan meningkatkan risiko cacat telinga sampai 8 kali. Zat ini juga meningkatkan risiko gangguan pada perut yang disebut pyloric stenosis. Walaupun sudah dilarang di Amerika, zat ini masih ada dalam pil seperti Accutrim and Dexatrim.
3. Pseudoephedrine
Pseudoephedrine meningkatkan risiko dinding perut yang tidak terbentuk sempurna. Kondisi ini disebutgastroschisis. Pada resep, obat ini merupakan pilihan, seperti Sudafed Congestion.
Sampai saat ini peneliti belum mengetahui bagaimana ketiga zat tersebut menyebabkan kecacatan. Namun, menurut peneliti, dekongestan mungkin menyempitkan saluran pembuluh darah. Jika dekongestan juga menyempitkan pembuluh darah rahim, maka aliran oksigen pada janin terganggu sehingga terjadi gangguan perkembangan.
Bagaimana jika telanjur mengonsumsi?
Peneliti menganjurkan agar ibu tidak terlalu mengkhawatirkan efek dekongestan. Namun, tetaplah waspada, mengingat obat-obatan umumnya tidak diuji coba pada wanita hamil.
Walau peningkatan risikonya sampai 8 kali, tetapi masih terbilang kecil. Misalnya Phenylephrine hanya memengaruhi 3 sampai 27 per 10.000 kehamilan. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya jika Anda sedang hamil atau sedang dalam program kehamilan, jangan membeli obat secara bebas.
Sumber: Kompas
Rabu, 14 Agustus 2013
Faktor genetik, bisa diturunkan dengan jenis kanker yang berbeda
Jika Anda punya keluarga inti yang sakit kanker, bersegeralah melakukan tes screening kanker karena bisa jadi Anda berisiko terkena kanker yang sama. Namun sebuah studi memastikan risikonya tak hanya berlaku untuk kanker yang sama tapi juga jenis kanker lainnya.
Sebelumnya peneliti mengamati 12.000 pasien berbagai jenis kanker dan membandingkannya dengan 11.000 partisipan yang tidak mengalami kanker dari Italia dan Swiss. Peneliti juga mengumpulkan informasi tentang riwayat kanker keluarga, terutama saudara dekat (mereka yang berbagai gen sebesar 50 persen seperti orangtua, saudara kandung atau anak).
Hasilnya, dari 13 jenis kanker yang diamati peneliti, saudara kandung berisiko tinggi terserang jenis kanker yang sama. Ke-13 jenis kanker itu misalnya kanker mulut dan faring; kanker nasofaring; kanker esofagus atau kerongkongan; kanker perut; kanker usus, kanker hati; kanker pankreas; kanker laring; kanker payudara; kanker rahim; kanker ovarium; kanker prostat; dan kanker ginjal.
Tapi studi yang sama juga menemukan bukti bahwa riwayat kanker keluarga juga meningkatkan risiko jenis kanker lainnya secara signifikan. Misalnya peneliti menemukan saudara kandung yang mengidap kanker laring berisiko tiga kali lipat mengidap kanker mulut dan faring.
Begitu juga dengan partisipan yang punya hubungan darah dengan pasien kanker mulut dan faring, mereka berisiko empat kali lipat untuk mengidap kanker kerongkongan. Sedangkan saudara pasien kanker payudara berisiko dua kali lipat terkena kanker ovarium.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Oncology ini juga mengungkapkan seorang pria berisiko 3,4 kali lipat terkena kanker prostat jika saudaranya mengidap kanker kandung kemih. Selain itu, risiko seorang wanita untuk terkena kanker payudara juga meningkat jika mereka memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus.
"Tapi yang ditekankan studi ini adalah terkadang jika saudara Anda adalah pasien kanker tertentu, maka risiko Anda untuk terkena kanker lain juga bisa melonjak. Meski risikonya relatif lebih rendah daripada kanker yang sama," terang ketua tim peneliti Dr. Eva Negri dari Mario Negri Institute for Pharmacological Research, Milan, Italia seperti dilansir BBC, Sabtu (27/7/2013).
Kendati begitu, peneliti juga mengungkap bahwa pada kasus-kasus tertentu, risiko seseorang mengidap kanker yang berbeda dengan keluarganya bisa jadi disebabkan oleh faktor lingkungan seperti riwayat kebiasaan merokok dan minum minuman keras yang dimiliki keluarga. Atau bisa juga karena faktor genetik.
Sumber: Detik
Sebelumnya peneliti mengamati 12.000 pasien berbagai jenis kanker dan membandingkannya dengan 11.000 partisipan yang tidak mengalami kanker dari Italia dan Swiss. Peneliti juga mengumpulkan informasi tentang riwayat kanker keluarga, terutama saudara dekat (mereka yang berbagai gen sebesar 50 persen seperti orangtua, saudara kandung atau anak).
Hasilnya, dari 13 jenis kanker yang diamati peneliti, saudara kandung berisiko tinggi terserang jenis kanker yang sama. Ke-13 jenis kanker itu misalnya kanker mulut dan faring; kanker nasofaring; kanker esofagus atau kerongkongan; kanker perut; kanker usus, kanker hati; kanker pankreas; kanker laring; kanker payudara; kanker rahim; kanker ovarium; kanker prostat; dan kanker ginjal.
Tapi studi yang sama juga menemukan bukti bahwa riwayat kanker keluarga juga meningkatkan risiko jenis kanker lainnya secara signifikan. Misalnya peneliti menemukan saudara kandung yang mengidap kanker laring berisiko tiga kali lipat mengidap kanker mulut dan faring.
Begitu juga dengan partisipan yang punya hubungan darah dengan pasien kanker mulut dan faring, mereka berisiko empat kali lipat untuk mengidap kanker kerongkongan. Sedangkan saudara pasien kanker payudara berisiko dua kali lipat terkena kanker ovarium.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Oncology ini juga mengungkapkan seorang pria berisiko 3,4 kali lipat terkena kanker prostat jika saudaranya mengidap kanker kandung kemih. Selain itu, risiko seorang wanita untuk terkena kanker payudara juga meningkat jika mereka memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus.
"Tapi yang ditekankan studi ini adalah terkadang jika saudara Anda adalah pasien kanker tertentu, maka risiko Anda untuk terkena kanker lain juga bisa melonjak. Meski risikonya relatif lebih rendah daripada kanker yang sama," terang ketua tim peneliti Dr. Eva Negri dari Mario Negri Institute for Pharmacological Research, Milan, Italia seperti dilansir BBC, Sabtu (27/7/2013).
Kendati begitu, peneliti juga mengungkap bahwa pada kasus-kasus tertentu, risiko seseorang mengidap kanker yang berbeda dengan keluarganya bisa jadi disebabkan oleh faktor lingkungan seperti riwayat kebiasaan merokok dan minum minuman keras yang dimiliki keluarga. Atau bisa juga karena faktor genetik.
Sumber: Detik
Minggu, 04 Agustus 2013
Obat Herbal untuk Penyakit Stroke Ampuh
Amazon Plus adalah Obat Herbal Stroke terbaik, paling aman, tanpa efek samping dan sangat ampuh dalam menyembuhkan penyakit stroke sampai tuntas! Kombinasi Amazon Plus, K-Muricata , dan Amazon Berries telah terbukti dapat mengatasi penyakit stroke menahun sekalipun. Sebelum kita membahas paket terapi yang luar biasa ini, silahkan simak sedikit penjelasan mengenai penyakit stroke, agar Anda mendapatkan informasi yang tepat tentangnya.
Apa Itu Stroke
Penyakit Stroke adalah kondisi medis yang ditandai dengan adanya kerusakan pembuluh darah otak atau kematian jaringan otak. Akibatnya dapat terjadi kelumpuhan, kehilangan kemampuan berbicara dengan baik dan berkurangnya daya pikir dan memori.
Penyebab stroke bermacam-macam bisa karena tekanan darah tinggi, gula darah tinggi atau kolesterol tinggi. Stroke memang salah satu penyakit yang mengerikan, karena berurusan dengan sistem syaraf pusat tubuh kita.
Salah satu tanda stroke adalah kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen menuju jaringan otak. Hal ini bisa disebabkan karena adanya penyumbatan pembuluh darah atau karena ada pembuluh darah yang pecah.
Penyakit stroke adalah penyakit yang sangat berbahaya, dan merupakan salah satu penyakit yang menurut ilmu kedokteran tidak dapat disembuhkan. Namun menurut ilmu pengobatan herbal masih ada jalan keluarnya, solusinya bukan hanya untuk mengatasi gejala penyakitnya, namun lebih kepada mengembalikan fungsi organ-organ tubuh yang bermasalah. Inilah peranan penting obat herbal stroke Amazon Plus, K-Muricata dan Amazon Berries.
Penyebab penyakit stroke
Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak Anda terganggu atau berkurang, sehingga otak akan mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi, yang dapat menyebabkan sel-sel jaringan otak mati.
Penyebab penyakit stroke dapat berupa pembuluh darah arteri yang tersumbat (stroke iskemik) atau disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Sekitar 85 persen dari penyakit stroke adalah stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika arteri ke otak Anda menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah menjadi berkurang (iskemia). Stroke iskemik dapat terjadi karena:
- Adanya gumpalan darah yang terbentuk di salah satu arteri pemasok darah ke otak yang disebabkan adanya timbunan lemak atau plak yang menumpuk di arteri.
- Adanya gumpalan darah, namun yang jauh dari otak. Biasanya terjadi di dalam hati.
Jenis stroke lainnya yang berperan pada sekitar 15 % penyebab stroke adalah stroke hemoragik yang terjadi karena adanya kebocoran atau pecahnya pembuluh darah di otak yang mengakibatkan pendarahan hebat di otak. Stroke hemoragik dapat disebabkan oleh:
- Tekanan darah tinggi / hipertensi yang tidak terkendali.
- Adanya titik-titik lemah pada dinding pembuluh darah ( aneurisma ).
Faktor risiko stroke
Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke meliputi:
- Faktor risiko gaya hidup
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Kurangnya aktifitas fisik / olahraga
- Pemabuk berat
- Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan meth
- Perokok aktif dan pasif
- Faktor kondisi penyakit lain
- Tekanan darah tinggi dan diabetes
- Kolesterol tinggi
- Diabetes
- Sleep apnea obstruktif yakni gangguan tidur di mana tingkat oksigen yang turun pada malam hari
- Semua jenis penyakit jantung
- Faktor lainnya
- Riwayat keluarga yang pernah terkena stroke dan serangan jantung
- Usia diatas 55 tahun lebih rentan terkena penyakit ini
- Pria memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke daripada wanita
Tanda dan gejala penyakit stroke
Berikut ini tanda-tanda dan gejala penyakit stroke yang harus diperhatikan pada orang yang Anda pikir terkena penyakit stroke. Memperhatikan dengan seksama kapan tanda dan gejala stroke ini dimulai dapat membantu untuk mengambil keputusan tentang pengobatan stroke secara tepat. Berikut adalah gejalanya:
- Ada masalah ketika berjalan, karena mengalami pusing mendadak dan kehilangan keseimbangan tubuh
- Berbicara tidak lancar dan sulit memahami perkataan orang
- Mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki biasanya pada salah satu sisi tubuh.
- Masalah penglihatan pada satu ataupun kedua mata, yakni pandangan tiba-tiba kabur atau gelap pada satu atau kedua mata
- Sakit kepala parah yang dapat disertai dengan muntah, pusing serta adanya gangguan kesadaran
Kapan ketika membutuhkan pertolongan medis dengan segera
Ketika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala stroke di atas, bahkan bila gejala stroke ini datang dan menghilang, maka harus segera memeriksakan diri untuk mendapatkan pengobatan stroke terbaik. Untuk meyakinkan sebelumnya Anda dapat melakukan hal berikut ini:
- Lihat wajah saat tersenyum apakah simetris antara kedua sisi wajah?
- Angkat kedua tangan, apakah salah satu tangan sulit terangkat?
- Apakah bicaranya cadel walau hanya berbicara kalimat sederhana?
Jika hal ini benar terjadi, segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena semakin lama penyakit stroke tidak ditangani, maka ada potensi kerusakan pada otak dan berisiko cacat. Efektifnya setelah ada tanda dan gejala di atas, pasien stroke harus segera di obati sebelum 3 jam dari saat gejala muncul pertama kali.
Akibat Stroke
- Cacat sementara atau permanen
- Kelumpuhan, seringnya terjadi pada salah satu sisi bagian tubuh
- Kesulitan berbicara dan menelan makanan
- Kehilangan memori dan kesulitan untuk berfikir
- Sulit mengendalikan emosi
- Depresi
- Perubahan prilaku menjadi pribadi yang anti sosial
Perpaduan Obat Herbal untuk Penyakit Stroke Ampuh
Jika medis dapat memberikan pertolongan pertama pada penderita stroke maka obat herbal stroke bisa menjadi jalan untuk terapi jangka panjang penyakit ini sehingga kondisi pasien dapat kembali normal dan berangsur-angsur pulih seperti sedia kala. Sebenarnya tidak ada obat stroke herbal paling ampuh, yang diklaim bisa memberikan keajaiban dalam waktu singkat. Jadi dibutuhkan pengobatan dengan herbal secara rutin, disertai dengan gaya hidup yang sehat, seperti menjaga pola makan dan berolahraga ringan, sehingga penderita stroke dapat berangsur pulih seperti sedia kala.
Amazon Plus Obat Herbal untuk Penyakit Stroke
Di dalam herbal ini juga berkomposisikan Acai Berry yang mengandung senyawa antosianin. Sebuah penelitian terbaru di Eropa menunjukkan bahwa senyawa antosianin dapat membantu mencegah pembekuan darah dan juga dapat membersihkan plak yang melapisi dinding arteri.
Obat tradisional stroke alami ini memiliki banyak manfaat kesehatan terutama kesehatan kardiovaskuler seperti mengatasi sakit jantung, aterosklerosis, dan hipertensi. Obat herbal stroke Amazon Plus juga berfungsi untuk memperlancar peredaran darah dan mampu membantu proses peningkatan metabolisme energi. Selama mengkonsumsi Amazon Plus tubuh akan mampu menyerap 100% semua nutrisi. Pada ahirnya semua nutrisi yang terserap tentunya semakin menunjang kesehatan sepenuhnya. Jadi obat stroke Amazon Plus adalah langkah awal yang terbaik dalam mengobati penyakit stroke sampai tuntas serta dapat mencegah datangnya serangan stroke berikutnya yang tentunya sangat berbahaya.
Manfaaf Amazon Plus Bagi Penderita Stroke:
Amazon Plus adalah obat stroke alami dari buah-buahan segar terbaik dari alam, yakni Zaitun, Manggis, Acai Berry, Blueberry, Delima merah dan Tomat. Di dalamnya terkandung banyak senyawa polifenol yang masing-masing berkhasiat untuk membantu pemulihan dan pengobatan pasien stroke.
- Zaitun hidroksitirosol berkhasiat untuk mencegah oksidasi LDL yang merupakan tahapan awal dari proses aterosklerosis. Hidroksitirosol juga dapat mengatasi penyumbatan pembuluh darah dengan meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Selain itu hidroksitirosol mampu melewati sawar darah otak dalam jumlah yang relatif besar dan dapat dengan leluasa masuk ke dalam cairan serebrospinal, sehingga sangat baik untuk penyakit neurodegenerative, mengobati stroke dan kehilangan daya ingat.
- Xanthone adalah senyawa fenolik dari kulit manggis yang berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh termasuk ke jaringan otak. Xanthone juga dapat meningkatkan energi, memicu perasaan bahagia dan meningkatkan stamina. Dengan kandungan antioksidan yang sangat tinggi senyawa ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan efektif untuk pengendalian penyakit stroke.
- Antosianin adalah senyawa aktif dari acai berry dan blueberry yang berfungsi untuk melindungi kolagen dan sistem saraf kita dan memberikan perlindungan terhadap pembuluh darah dari kerusakan oksidatif serta berkontribusi untuk fungsi otak yang sehat. Antosianin juga dapat mencegah peradangan dan kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
K-Muricata Obat Herbal untuk Penyakit Stroke
Amazon Berries Obat Herbal untuk Penyakit Stroke Ampuh
Dengan perpaduan ketiga obat stroke herbal ini, penyakit stroke Anda akan bisa diatasi dengan cepat dan aman tanpa efek samping yang merugikan tubuh.
Harga Obat herbal untuk penyakit Stroke Ampuh
- Amazon Plus 1 dus ( isi 6 botol ) Rp.1.560.000,-
- K-Muricata 1 box ( isi 30 sachet ) Rp.600.000,-
- Amazon Berries 1 box ( isi 30 sachet ) Rp.1.200.000,-
Setelah mengkonsumsi obat stroke ampuh ini dalam beberapa hari biasanya pasien akan mengalami peningkatan kondisi kesehatan ( berbeda-beda pada tiap individu ). Namun biasanya diperlukan waktu terapi minimal 1 bulan untuk mendapatkan perkembangan yang benar-benar signifikan.
Kesembuhan Berkat Obat Herbal untuk penyakit Stroke Ampuh
Berikut ini adalah testimoni kesembuhan dari penyakit stoke yang dialami oleh Bpk. I Nengah Taman, usia 63 Tahun, Asal Karangasem, Bali.
Saya telah bekerja sebagai seorang peternak sekaligus petani di Karangasem, Bali semenjak tahun 1975. Pada tahun 1986 saya mengidap penyakit syaraf. Penyakit syaraf adalah suatu penyakit pada sistem syaraf pusat (otak) yang disertai dengan gangguan pada peredaran darah, baik itu karena sumbatan pembuluh darah maupun karena pecahnya pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan terjadinya gangguan anatomi dan fisiologi otak.
Karena penyakit syaraf yang saya derita, sudah empat kali saya mengalami kecelakaan, sehingga penyakit bertambah kambuh bahkan saya terkena penyakit stroke. Tapi, untungnya saya masih diberikan keselamatan oleh Yang Maha Kuasa. Saya telah menjalani berbagai macam pengobatan, baik medis maupun alternatif, namun semua tidak membuahkan hasil yang maksimal. Suatu ketika saya mendapat anjuran teman untuk minum paket obat stroke herbal yakni, Amazon Plus, Amazon Berries dan K-Muricata. Awalnya saya merasa ragu untuk mencobanya namun akhirnya saya beranikan diri untuk mencobanya.
Awal-awal saya konsumsi obat penyakit stroke ini, saya merasa pusing dan badan tidak enak. Teman saya menyarankan untuk tetap melanjutkan minum. Ia bilang bahwa ini adalah reaksi positif, bahwasanya obat herbal stroke ini sedang bekerja. Ternyata memang benar, setelah beberapa hari kemudian saya sudah tidak merasa pusing dan badan terasa sangat berstamina. Luar biasa, kedua produk tersebut sangat cocok pada saya sehingga saya bisa sehat lagi. Setelah sekian lama saya konsumsi secara rutin, obat herbal stroke ini telah menjadikan hidup saya menjadi lebih sempurna. Sekarang penyakit saya berangsur-angsur pulih, bahkan saya tidak pernah menyangka penyakit yang telah saya derita sejak lama, bisa membaik.
Kenali Tanda-tanda Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi berbahaya yang masih sering diabaikan banyak orang. Maka dari itu, coba kenali tanda-tanda tekanan darah tinggi dengan baik seperti yang dilansir dari Health Me Up berikut ini.
Pengertian
Hipertensi adalah kondisi yang diukur dari seberapa besar kekuatan tekanan darah yang terjadi di dalam arteri. Tekanan darah orang yang sehat adalah 120/80. Jika tekanan darah berada di atas angka tersebut, maka Anda tergolong sebagai pasien hipertensi.
Sebanyak 85 persen pasien tekanan darah tinggi umumnya tidak menunjukkan hasil kesehatan yang baik meski sudah minum obat. Jadi sekali tekanan darah meningkat, seseorang harus bisa menjaga kondisinya dengan hati-hati.
Gejala
Hipertensi pada dasarnya tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga kondisi tersebut kadang disebut sebagai pembunuh diam-diam. Namun beberapa tanda-tanda yang bisa diperhatikan sebagai indikasi adanya hipertensi adalah:
- Napas pendek
- Sakit kepala
- Mimisan
- Pingsan dan kerap mengantuk
- Pusing
- Telinga berdenging
- Muntah
- Berkeringat berlebihan
- Pandangan kabur
Jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut, coba hubungi dokter secepatnya. Melakukan tes kesehatan secara rutin juga disarankan minum teh K-Muricata dan Jus Amazon Plus demi mencegah efek samping hipertensi yang lebih mengkhawatirkan.
Jumat, 02 Agustus 2013
Daun sirsak bantu penderita diabetes mellitus
Diabetes Melitus (DM), penyakit yang juga dikenal dengan sebutan kencing manis ini menjadi salah satu penyakit yang cukup ditakuti saat ini. Disamping karena faktor genetika atau keturunan, pola makan dan gaya hidup diketahui juga menjadi faktor pendorong yang memicu munculnya penyakit diabetes.
Saat ini berbagai macam obat, baik kimia maupun herbal coba ditawarkan untuk penyembuhan penyakit diabetes, meskipun salah satu syarat utamanya adalah merubah pola makan dan memperbaiki gaya hidup.
Menurut teori kesehatan, diabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun dimana kadar glukosa darah menimbun dan melebihi nilai normal (70 mg hingga 120 mg/dl). Keadaan ini timbul akibat tubuh kekurangan insulin baik secara absolut maupun relatif, sehingga metabolisme tubuh tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Saat ini penyakit diabetes tidak hanya menimpa orang dewasa ataupun orang tua, anak-anak usia balita pun dapat dengan mudah mengidap penyakit ini. Ironisnya, penyakit ini dapat timbul dengan mudah disebabkan oleh faktor keturunan dan dikenal dengan diabetes melitus tipe 1. Bagi orang dewasa yang telah berumur 35 tahun, diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Kalaupun ada, gejalanya sangat ringan dan sering tidak disadari. Ini disebut dengan diabetes melitus tingkat II.
Berbeda dengan diabetes melitus I yang sifatnya turunan, diabetes melitus II lebih disebabkan karena faktor pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Banyak orang yang berpendapat bahwa diabetes disebabkan karena seseorang terlalu sering makan enak, sehingga diabetes identik dengan penyakit kemakmuran.
Ada juga orang berpendapat, semakin enak rasa nasi yang kita makan, maka semakin tinggi kadar gula yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu salah satu cara agar dapat hidup sehatdan aman, adalah mengatur pola makan. Makanlah makanan yang sehat dan bermanfaat serta jangan menyantap makanan secara berlebih. Satu hal lagi, jangan lupa berolahraga karena dengan rajin berolahraga metabolisme tubuh dapat terjaga dengan baik.
Sebenarnya secara perorangan kita dapat mendeteksi penyakit diabetes, biasanya gejala yang sering terjadi adalah buang air kecil terlalu sering, penglihatan kabur, rasa haus, badan terasa cepat lelah, tubuh terasa sering kesemutan, banyak makan namun berat badan cenderung menurun. Jika hal ini dibiarkan, maka akan berakibat fatal.
Daun Sirsak untuk Pengobatan Diabetes
Mungkin saat ini kita sering bingung memilih atau memilah obat apa yang cocok dan aman jika dikonsumsi untuk diabetes. Konsultasi ke dokter memang merupakan jalan terbaik. Namun, ada satu jenis tanaman biasa yang jika dikonsumsi bagi penderita diabetes dapat membantu menurunkan kadar insulin yang tinggi dalan tubuh. Ya, daun sirsak (nangka belanda).
Beberapa penelitian secara medis menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat meningkatkan fungsi dari sel beta pankreas yang menghasilkan fungsi insulin. Walau memang belum teruji secara klinis dan hingga kini uji coba masih terus dilakukan, setidaknya ini sudah menjadi kabar baik bagi penderita diabetes di seluruh dunia.
Dan dari segi kandungan gizi, sirsak memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, diantaranya adalah berbagai senyawa lemak, fruktosa, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan Vitamin B, kemudian senyawa golongan tanin, fitosterol, dan alkaloida, serta acetogenin, dan beberapa manfaat lain.
Satu hal yang perlu diperhatikan, berusahalah untuk yakin dalam pengobatan. Jangan karena menganggap daun sirsak itu adalah daun biasa, lalu Anda tidak merasa "wah" untuk menggunakannya. Atau karena sudah ada yang mencobanya dan tidak sembuh, lalu Anda merasa enggan menggunakannya. Ilmu medis memang sudah semakin luas, namun kita masih banyak belum mengetahui rahasia-rahasia alam yang dikaruniakan oleh Ilahi. Tugas kita lah untuk mencarinya. Ingat, ada kalanya solusi yang kita butuhkan itu berasal dari dekat kita. Lagipula tubuh manusia itu penuh dengan rahasia, terkadang muncul kekuatan dari dalam yang di luar akal sehat.
Kembali ke pengobatan diabetes dengan daun sirsak, Anda sebaiknya selalu memeriksakan kadar gula darah ke laboratorium, atau sebaiknya Anda memiliki alat tes gula darah sendiri di rumah. Tetaplah meminta saran dokter, karena saran dari yang lebih ahli akan bermanfaat bagi kesehatan kita.
Saat ini berbagai macam obat, baik kimia maupun herbal coba ditawarkan untuk penyembuhan penyakit diabetes, meskipun salah satu syarat utamanya adalah merubah pola makan dan memperbaiki gaya hidup.
Menurut teori kesehatan, diabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun dimana kadar glukosa darah menimbun dan melebihi nilai normal (70 mg hingga 120 mg/dl). Keadaan ini timbul akibat tubuh kekurangan insulin baik secara absolut maupun relatif, sehingga metabolisme tubuh tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Saat ini penyakit diabetes tidak hanya menimpa orang dewasa ataupun orang tua, anak-anak usia balita pun dapat dengan mudah mengidap penyakit ini. Ironisnya, penyakit ini dapat timbul dengan mudah disebabkan oleh faktor keturunan dan dikenal dengan diabetes melitus tipe 1. Bagi orang dewasa yang telah berumur 35 tahun, diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Kalaupun ada, gejalanya sangat ringan dan sering tidak disadari. Ini disebut dengan diabetes melitus tingkat II.
Berbeda dengan diabetes melitus I yang sifatnya turunan, diabetes melitus II lebih disebabkan karena faktor pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Banyak orang yang berpendapat bahwa diabetes disebabkan karena seseorang terlalu sering makan enak, sehingga diabetes identik dengan penyakit kemakmuran.
Ada juga orang berpendapat, semakin enak rasa nasi yang kita makan, maka semakin tinggi kadar gula yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu salah satu cara agar dapat hidup sehatdan aman, adalah mengatur pola makan. Makanlah makanan yang sehat dan bermanfaat serta jangan menyantap makanan secara berlebih. Satu hal lagi, jangan lupa berolahraga karena dengan rajin berolahraga metabolisme tubuh dapat terjaga dengan baik.
Sebenarnya secara perorangan kita dapat mendeteksi penyakit diabetes, biasanya gejala yang sering terjadi adalah buang air kecil terlalu sering, penglihatan kabur, rasa haus, badan terasa cepat lelah, tubuh terasa sering kesemutan, banyak makan namun berat badan cenderung menurun. Jika hal ini dibiarkan, maka akan berakibat fatal.
Daun Sirsak untuk Pengobatan Diabetes
Mungkin saat ini kita sering bingung memilih atau memilah obat apa yang cocok dan aman jika dikonsumsi untuk diabetes. Konsultasi ke dokter memang merupakan jalan terbaik. Namun, ada satu jenis tanaman biasa yang jika dikonsumsi bagi penderita diabetes dapat membantu menurunkan kadar insulin yang tinggi dalan tubuh. Ya, daun sirsak (nangka belanda).
Beberapa penelitian secara medis menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat meningkatkan fungsi dari sel beta pankreas yang menghasilkan fungsi insulin. Walau memang belum teruji secara klinis dan hingga kini uji coba masih terus dilakukan, setidaknya ini sudah menjadi kabar baik bagi penderita diabetes di seluruh dunia.
Dan dari segi kandungan gizi, sirsak memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, diantaranya adalah berbagai senyawa lemak, fruktosa, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan Vitamin B, kemudian senyawa golongan tanin, fitosterol, dan alkaloida, serta acetogenin, dan beberapa manfaat lain.
Satu hal yang perlu diperhatikan, berusahalah untuk yakin dalam pengobatan. Jangan karena menganggap daun sirsak itu adalah daun biasa, lalu Anda tidak merasa "wah" untuk menggunakannya. Atau karena sudah ada yang mencobanya dan tidak sembuh, lalu Anda merasa enggan menggunakannya. Ilmu medis memang sudah semakin luas, namun kita masih banyak belum mengetahui rahasia-rahasia alam yang dikaruniakan oleh Ilahi. Tugas kita lah untuk mencarinya. Ingat, ada kalanya solusi yang kita butuhkan itu berasal dari dekat kita. Lagipula tubuh manusia itu penuh dengan rahasia, terkadang muncul kekuatan dari dalam yang di luar akal sehat.
Kembali ke pengobatan diabetes dengan daun sirsak, Anda sebaiknya selalu memeriksakan kadar gula darah ke laboratorium, atau sebaiknya Anda memiliki alat tes gula darah sendiri di rumah. Tetaplah meminta saran dokter, karena saran dari yang lebih ahli akan bermanfaat bagi kesehatan kita.
Sumber: MedKes
Kamis, 01 Agustus 2013
Jika Suhu Tubuh Turun Naik
Temperatur tubuh seseorang memang bisa berubah-ubah. Penelitian menunjukkan pukul 3-5 pagi serta jam 1-4 sore, tubuh akan memiliki suhu lebih rendah sehingga orang merasa dingin meskipun suhu disekitarnya sama.
Kenapa suhu tubuhnya bisa berubah secara fluktuatif dan apa penyebabnya?
Tubuh manusia akan mengatur sendiri suhu tubuhnya sesuai dengan keadaan dan musim di sekitarnya. Selain itu tubuh juga bereaksi terhadap suhu berbeda dengan cara yang berbeda pula.
Fluktuasi suhu bisa dianggap sebagai bagian dari mekanisme pertahanan tubuh, menggigil dan berkeringat adalah gejala yang umum dari fluktuatifnya suhu tubuh.
Seperi dikutip dari WedMD, Senin (28/6/2010) rata-rata suhu normal orang antara 36-37,8 derajat celsius. Tapi sebenarnya suhu tubuh mengalami perubahan sekitar 0,6 derajat celsius setiap harinya, tergantung dari seberapa aktif orang tersebut.
Selain itu suhu tubuh sangat sensitif terhadap kadar hormon. Pada perempuan kemungkinan berfluktuatif saat masa subur atau menstruasi.
Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan suhu tubuh manusia berfluktuatif, yaitu:
1. Pertumbuhan tubuh.
Biasanya suhu tubuh akan meningkat sedikit dalam waktu satu dua hari setelah kelahiran bayi. Kemudian suhu akan menurun sedikit hingga usia tertentu dan bisa meningkat kembali.
2. Perubahan hormon.
Perubahan suhu tubuh ini biasanya dialami saat sedang menopause dan juga kehamilan. Selama kehamilan, kecepatan metabolism meningkat sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh, dan merupakan ha yang sangat umum.
3. Siklus sirkadian.
Fluktuasi suhu terjadi antara periode istirahat dan juga aktivitas tubuh. Penelitian telah menunjukkan pada pukul 3-5 pagi serta jam 1-4 sore, tubuh akan memiliki suhu lebih rendah sehingga orang merasa dingin meskipun suhu disekitarnya sama.
4. Demam.
Saat tubuh demam, fluktuasi suhu tubuh bisa terjadi dan merupakan gejala dari banyak penyakit. Demam sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal seperti infeksi, asupan obat-obatan tertentu, cedera, trauma atau kondisi medis lainnya.
5. Faktor lainnya.
Beberapa kondisi tertentu bisa berpengaruh, seperti setelah makan, konsumsi alkohol serta berolahraga.
Suatu hal yang penting untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap konstan, salah satunya adalah dengan mengukur temperatur secara teratur.
Suhu tubuh yang selalu fluktuatif bisa memiliki konsekuensi yang serius. Karena itu tak ada salahnya untuk selalu mengontrol suhu tubuh.
Sumber: Detik Health
Kenapa suhu tubuhnya bisa berubah secara fluktuatif dan apa penyebabnya?
Tubuh manusia akan mengatur sendiri suhu tubuhnya sesuai dengan keadaan dan musim di sekitarnya. Selain itu tubuh juga bereaksi terhadap suhu berbeda dengan cara yang berbeda pula.
Fluktuasi suhu bisa dianggap sebagai bagian dari mekanisme pertahanan tubuh, menggigil dan berkeringat adalah gejala yang umum dari fluktuatifnya suhu tubuh.
Seperi dikutip dari WedMD, Senin (28/6/2010) rata-rata suhu normal orang antara 36-37,8 derajat celsius. Tapi sebenarnya suhu tubuh mengalami perubahan sekitar 0,6 derajat celsius setiap harinya, tergantung dari seberapa aktif orang tersebut.
Selain itu suhu tubuh sangat sensitif terhadap kadar hormon. Pada perempuan kemungkinan berfluktuatif saat masa subur atau menstruasi.
Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan suhu tubuh manusia berfluktuatif, yaitu:
1. Pertumbuhan tubuh.
Biasanya suhu tubuh akan meningkat sedikit dalam waktu satu dua hari setelah kelahiran bayi. Kemudian suhu akan menurun sedikit hingga usia tertentu dan bisa meningkat kembali.
2. Perubahan hormon.
Perubahan suhu tubuh ini biasanya dialami saat sedang menopause dan juga kehamilan. Selama kehamilan, kecepatan metabolism meningkat sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh, dan merupakan ha yang sangat umum.
3. Siklus sirkadian.
Fluktuasi suhu terjadi antara periode istirahat dan juga aktivitas tubuh. Penelitian telah menunjukkan pada pukul 3-5 pagi serta jam 1-4 sore, tubuh akan memiliki suhu lebih rendah sehingga orang merasa dingin meskipun suhu disekitarnya sama.
4. Demam.
Saat tubuh demam, fluktuasi suhu tubuh bisa terjadi dan merupakan gejala dari banyak penyakit. Demam sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal seperti infeksi, asupan obat-obatan tertentu, cedera, trauma atau kondisi medis lainnya.
5. Faktor lainnya.
Beberapa kondisi tertentu bisa berpengaruh, seperti setelah makan, konsumsi alkohol serta berolahraga.
Suatu hal yang penting untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap konstan, salah satunya adalah dengan mengukur temperatur secara teratur.
Suhu tubuh yang selalu fluktuatif bisa memiliki konsekuensi yang serius. Karena itu tak ada salahnya untuk selalu mengontrol suhu tubuh.
Sumber: Detik Health
Langganan:
Postingan (Atom)