Petenis asal Rusia, Alisa Kleybanova, membuktikan bahwa dia tetap mampu bersaing setelah dua setengah tahun absen dari turnamen grand slam karena didagnosa menderita kanker.
Kleybanova membuktikannya dengan melaju ke babak kedua seusai mengalahkan petenis asal Puerto Rico, Monica Puig, dengan skor 6-4, 3-6, 7-5 di babak pertama Amerika Terbuka.
“Saya ketika itu berada dalam masa yang sangat sulit. Tapi, saya tidak menyerah untuk sembuh agar bisa kembali berkompetisi,” ujar Kleybanova, seperti dilansir dalam AP, Selasa (27/8) waktu setempat.
Petenis berusia 24 tahun tersebut pertama kali didiagnosis kanker darah pada 2011 setelah Australia Terbuka.
Kleybanova, yang memulai debutnya sebagai petenis senior pada 2003 di usia 14 tahun, pernah menduduki peringkat 20 dunia pada 2011. Namun, rangkingnya melorot ke 363 karena penyakit kankernya tersebut.
Setelah didiagnosis menderita kanker pada usia 22 tahun, Kleybanova rutin menjalani kemoterapi hingga Desember 2011.
Ketika dalam masa pemulihan dari penyakit kankernya, sempat terlintas dalam benaknya untuk berhenti dari dunia tenis. Namun, hal tersebut langsung ditepisnya karena dia masih ingin bermain tenis di level tinggi.
“Saya hanya mencoba mengambil langkah demi langkah, berusaha meningkatkan permainan dan mengerahkan usaha maksimal dalam pertandingan,” ujar Kleybanova.
Kleybanova akhirnya mampu membuktikannya dengan bersaing di turnamen Amerika Terbuka pekan ini. Kleybanova langsung masuk ke babak utama di Flushing Meadowa berkat aturan drawing peringkat khusus dari WTA.
Sumber: Republika
Khasiat dan manfaat obat herbal tradisional dari tanaman obat alami untuk mengobati berbagai penyakit
Rabu, 28 Agustus 2013
Senin, 26 Agustus 2013
Sering cemas bikin sel kanker menyebar cepat
Satu lagi bukti bahwa kesehatan mental sangat berpengaruh pada kesehatan fisik. Menurut penelitian terbaru, sering cemas membuat gen pada sel kanker semakin aktif dan bisa menyebar cepat dalam tubuh penderita.
Penemuan mengejutkan ini pun membuat peneliti terdorong untuk mengembangkan obat terbaru yang bisa mencegah penyebaran tumor tersebut.
Cemas dan juga stres selama ini memang dikaitkan dengan berbagai penyakit serius, termasuk kanker payudara dan prostat. Namun penyebab sebenarnya di balik hal itu masih menjadi misteri.
"Ketika stres, sel kanker akan langsung menyebar dengan cepat," tegas tim peneliti di Ohio State University, seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Hasil penelitian kemudian dilaporkan dalam Journal of Clinical Investigation.
Sumber: Merdeka.com
Penemuan mengejutkan ini pun membuat peneliti terdorong untuk mengembangkan obat terbaru yang bisa mencegah penyebaran tumor tersebut.
Cemas dan juga stres selama ini memang dikaitkan dengan berbagai penyakit serius, termasuk kanker payudara dan prostat. Namun penyebab sebenarnya di balik hal itu masih menjadi misteri.
"Ketika stres, sel kanker akan langsung menyebar dengan cepat," tegas tim peneliti di Ohio State University, seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Hasil penelitian kemudian dilaporkan dalam Journal of Clinical Investigation.
Sumber: Merdeka.com
Jumat, 23 Agustus 2013
7 Makanan olahan paling tidak sehat
7 Makanan olahan paling tidak sehat - Makanan yang diproses seperti makanan siap saji atau daging olahan memang membuat kegiatan di dapur lebih singkat. Tetapi makanan olahan tersebut bukanlah makanan sehat. Selain tinggi garam, makanan ini umumnya juga tidak mengandung vitamin dan serat.
Tetapi menghilangkan sama sekali makanan yang diproses dari dapur bukanlah hal yang mudah. Tetapi, kita bisa menyiasatinya dengan mengurangi frekuensi mengasup makanan ini atau memilih menu olahan yang lebih bernutrisi.
Ketahui apa saja makanan olahan yang diproses paling tidak sehat.
1. Nuget ayam
Nuget ayam mengandung lebih dari 50 persen lemak dan mengandung lebih banyak karbohidrat ketimbang protein. Karbohidrat yang dipakai adalah karbohidrat sederhana seperti roti. Alasan lain untuk menghindarinya adalah makanan ini harus digoreng dan banyak menggunakan zat tambahan seperti MSG dan zat-zat lainnya.
2. Soda
Hampir seluruh minuman bersoda menggunakan gula sirup jagung (high fructose corn syrup /HFCS), yang lebih buruk dari gula biasa. HCFS menyebabkan kadar gula dalam tubuh berfluktuasi tajam.
Soda juga merupakan minuman dengan kandungan asam paling kuat. Saking kuatnya, asam dalam soda mengalahkan kandungan alkaline dalam tubuh yang cenderung basa. Hal ini dikhawatirkan bisa membuat tubuh lebih rentan diserang virus dan bakteri.
3. Hotdog dan daging olahan lainnya
Kebanyakan hotdog dan daging olahan lain yang umum ditemui di pasaran kaya garam, MSG, sodium nitrate, dan pengawet. Selain itu daging ini diolah dalam suhu dan tekanan tinggi sehingga zat gizi di dalamnya rusak. Jika Anda sangat menyukai hotdog, sosis, atau daging olahan lainnya, pilihlah produk yang bebas zat tambahan.
4. Biskuit dan kue-kue
Selain banyak gula dan garam, makanan ini juga mengandung lemak trans. Lemak trans adalah lemak cair yang berubah menjadi padat melalui proses yang disebut hidrogenasi. Penggunaan lemak trans ini ditujukan untuk meningkatkan tekstur dan masa kadaluarsa.
Penggunaan lemak trans sendiri masih kontroversial. Beberapa pakar menyebutkan lemak ini merupakan biang keladi dari berbagai penyakit kronik yang kini diderita masyarakat seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Untuk mengetahui apakah suatu produk mengandung lemak trans, sebaiknya baca baik-baik label kemasan. Bila menemukan kata hydrogenated atau partially hydrogenated, maka produk tersebut mengandung lemak trans.
5. Sereal untuk sarapan
Kebanyakan produk sereal diperkaya dengan vitamin dan mineral. Karena jika tidak produk ini hanyalah makanan biasa yang tinggi gula. Kebanyakan gula yang dipakai adalah gula jagung yang harganya murah. Penelitian pada hewan pengerat menunjukkan gula jagung bisa menyebabkan tumor.
6. Granola bars
Granola bars adalah sebagai campuran kacang dan sereal yang memiliki rasa manis. Makanan ini dimasukkan dalam daftar makanan tidak sehat karena produk ini sering dipersepsikan sebagai makanan sehat sehingga orang merasa tidak khawatir untuk mengonsumsinya dalam jumlah banyak.
Padahal, produk granola bars umumnya tinggi gula. Beberapa produk juga mengandung lemak, termasuk lemak trans dan tinggi sodium.
7. Bumbu olahan dan salad dressing
Kebanyakan bumbu olahan dan salad dressing mengandung banyak gula dari sirup jagung, lemak trans, dan MSG. Bahan ini mengubah sayuran segar dalam salad menjadi tidak sehat.
Untuk memperoleh tubuh yang sehat, sebaiknya bumbu dan salad dressing dibuat sendiri. Bahan ini kemudian disimpan dalam pendingin. Metode ini mempertahankan umur simpan bumbu dan salad dressing selama satu minggu.
Sumber: Kompas
Tetapi menghilangkan sama sekali makanan yang diproses dari dapur bukanlah hal yang mudah. Tetapi, kita bisa menyiasatinya dengan mengurangi frekuensi mengasup makanan ini atau memilih menu olahan yang lebih bernutrisi.
Ketahui apa saja makanan olahan yang diproses paling tidak sehat.
1. Nuget ayam
Nuget ayam mengandung lebih dari 50 persen lemak dan mengandung lebih banyak karbohidrat ketimbang protein. Karbohidrat yang dipakai adalah karbohidrat sederhana seperti roti. Alasan lain untuk menghindarinya adalah makanan ini harus digoreng dan banyak menggunakan zat tambahan seperti MSG dan zat-zat lainnya.
2. Soda
Hampir seluruh minuman bersoda menggunakan gula sirup jagung (high fructose corn syrup /HFCS), yang lebih buruk dari gula biasa. HCFS menyebabkan kadar gula dalam tubuh berfluktuasi tajam.
Soda juga merupakan minuman dengan kandungan asam paling kuat. Saking kuatnya, asam dalam soda mengalahkan kandungan alkaline dalam tubuh yang cenderung basa. Hal ini dikhawatirkan bisa membuat tubuh lebih rentan diserang virus dan bakteri.
3. Hotdog dan daging olahan lainnya
Kebanyakan hotdog dan daging olahan lain yang umum ditemui di pasaran kaya garam, MSG, sodium nitrate, dan pengawet. Selain itu daging ini diolah dalam suhu dan tekanan tinggi sehingga zat gizi di dalamnya rusak. Jika Anda sangat menyukai hotdog, sosis, atau daging olahan lainnya, pilihlah produk yang bebas zat tambahan.
4. Biskuit dan kue-kue
Selain banyak gula dan garam, makanan ini juga mengandung lemak trans. Lemak trans adalah lemak cair yang berubah menjadi padat melalui proses yang disebut hidrogenasi. Penggunaan lemak trans ini ditujukan untuk meningkatkan tekstur dan masa kadaluarsa.
Penggunaan lemak trans sendiri masih kontroversial. Beberapa pakar menyebutkan lemak ini merupakan biang keladi dari berbagai penyakit kronik yang kini diderita masyarakat seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Untuk mengetahui apakah suatu produk mengandung lemak trans, sebaiknya baca baik-baik label kemasan. Bila menemukan kata hydrogenated atau partially hydrogenated, maka produk tersebut mengandung lemak trans.
5. Sereal untuk sarapan
Kebanyakan produk sereal diperkaya dengan vitamin dan mineral. Karena jika tidak produk ini hanyalah makanan biasa yang tinggi gula. Kebanyakan gula yang dipakai adalah gula jagung yang harganya murah. Penelitian pada hewan pengerat menunjukkan gula jagung bisa menyebabkan tumor.
6. Granola bars
Granola bars adalah sebagai campuran kacang dan sereal yang memiliki rasa manis. Makanan ini dimasukkan dalam daftar makanan tidak sehat karena produk ini sering dipersepsikan sebagai makanan sehat sehingga orang merasa tidak khawatir untuk mengonsumsinya dalam jumlah banyak.
Padahal, produk granola bars umumnya tinggi gula. Beberapa produk juga mengandung lemak, termasuk lemak trans dan tinggi sodium.
7. Bumbu olahan dan salad dressing
Kebanyakan bumbu olahan dan salad dressing mengandung banyak gula dari sirup jagung, lemak trans, dan MSG. Bahan ini mengubah sayuran segar dalam salad menjadi tidak sehat.
Untuk memperoleh tubuh yang sehat, sebaiknya bumbu dan salad dressing dibuat sendiri. Bahan ini kemudian disimpan dalam pendingin. Metode ini mempertahankan umur simpan bumbu dan salad dressing selama satu minggu.
Sumber: Kompas
Kamis, 22 Agustus 2013
Cegah kanker dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut
Menjaga kebersihan gigi dan mulut ternyata bukan hanya penting untuk mencegah gigi berlubang, tapi juga bisa mencegah penyakit kanker.
Human papilloma virus (HPV) merupakan penyebab kanker leher rahim dan juga kanker oropharyngeal (kepala dan leher). Risiko kanker kepala dan leher ini bisa diturunkan dengan lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut.
"Cukup banyak kanker oropharyngeal yang disebabkan oleh HPV sehingga kami mencoba mengungkap kaitan yang hilang antara kurang dijaganya kebersihan gigi dan mulut serta infeksi HPV," kata Christine Markham, peneliti dari University of Texas Prevention Research Center.
Berangkat dari kecurigaan bahwa kondisi gigi dan mulut yang kurang bersih membuat seseorang mudah tertular virus HPV, Markham dan timnya mengumpulkan data infeksi HPV dari 3,439 orang yang mengikuti survei kesehatan nasional AS.
Para partisipan studi diminta menilai kebersihan mulut mereka dalam skala rendah sampai sangat baik. Kemudian mereka ditanya berapa kali memakai obat kumur dalam seminggu terakhir dan apakah mereka menderita penyakit gusi.
Secara umum, orang yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulutnya atau memiliki riwayat penyakit gusi beresiko 50 persen lebih tinggi terinfeksi HPV dibandingkan dengan mereka yang kondisi gigi dan mulutnya bersih.
Kaitan antara kebersihan mulut dan infeksi HPV ternyata konsisten meski faktor risiko lain diperhitungkan, misalnya memiliki beberapa pasangan seks oral.
Kondisi gigi dan mulut yang kurang higienis diduga akan membuat virus HPV lebih mudah masuk ke dalam tubuh.
"Seseorang bisa saja terpapar HPV melalui seks oral, tetapi virus ini tetap butuh pintu untuk masuk dalam tubuh. Jika kondisi mulut seseorang buruk, misalnya punya luka atau peradangan di gusi, ini bisa menjadi pintu masuk bagi virus," katanya.
Karena itu Markham menyimpulkan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk mencegah infeksi HPV, terutama pada mereka yang kontak dengan virus ini.
Kebersihan gigi dan mulut tidak cukup dijaga hanya dengan menyikat gigi. Jika susunan geligi tidak rata, dianjurkan untuk membersihkan sisa kotoran dengan benang gigi. Periksakan gigi dua kali dalam setahun ke dokter gigi sehingga setiap masalah gigi dapat segera diatasi sedini mungkin.
Sumber: Kompas
Human papilloma virus (HPV) merupakan penyebab kanker leher rahim dan juga kanker oropharyngeal (kepala dan leher). Risiko kanker kepala dan leher ini bisa diturunkan dengan lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut.
"Cukup banyak kanker oropharyngeal yang disebabkan oleh HPV sehingga kami mencoba mengungkap kaitan yang hilang antara kurang dijaganya kebersihan gigi dan mulut serta infeksi HPV," kata Christine Markham, peneliti dari University of Texas Prevention Research Center.
Berangkat dari kecurigaan bahwa kondisi gigi dan mulut yang kurang bersih membuat seseorang mudah tertular virus HPV, Markham dan timnya mengumpulkan data infeksi HPV dari 3,439 orang yang mengikuti survei kesehatan nasional AS.
Para partisipan studi diminta menilai kebersihan mulut mereka dalam skala rendah sampai sangat baik. Kemudian mereka ditanya berapa kali memakai obat kumur dalam seminggu terakhir dan apakah mereka menderita penyakit gusi.
Secara umum, orang yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulutnya atau memiliki riwayat penyakit gusi beresiko 50 persen lebih tinggi terinfeksi HPV dibandingkan dengan mereka yang kondisi gigi dan mulutnya bersih.
Kaitan antara kebersihan mulut dan infeksi HPV ternyata konsisten meski faktor risiko lain diperhitungkan, misalnya memiliki beberapa pasangan seks oral.
Kondisi gigi dan mulut yang kurang higienis diduga akan membuat virus HPV lebih mudah masuk ke dalam tubuh.
"Seseorang bisa saja terpapar HPV melalui seks oral, tetapi virus ini tetap butuh pintu untuk masuk dalam tubuh. Jika kondisi mulut seseorang buruk, misalnya punya luka atau peradangan di gusi, ini bisa menjadi pintu masuk bagi virus," katanya.
Karena itu Markham menyimpulkan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk mencegah infeksi HPV, terutama pada mereka yang kontak dengan virus ini.
Kebersihan gigi dan mulut tidak cukup dijaga hanya dengan menyikat gigi. Jika susunan geligi tidak rata, dianjurkan untuk membersihkan sisa kotoran dengan benang gigi. Periksakan gigi dua kali dalam setahun ke dokter gigi sehingga setiap masalah gigi dapat segera diatasi sedini mungkin.
Sumber: Kompas
Rabu, 21 Agustus 2013
10 Jenis radikal bebas ancam manusia
Radikal bebas yang mengancam manusia ternyata berada di mana-mana, bisa di luar atau di dalam tubuh. Radikal bebas berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronis dan penyakit degeratif seperti serangan jantung, alzeimer, stroke dan kanker.
Radikal bebas adalah molekul dengan elektron tidak berpasangan. Dalam pencarian mereka untuk menemukan elektron lain, mereka sangat reaktif dan menyebabkan kerusakan pada molekul sekitarnya. Namun, radikal bebas juga berguna karena mereka membantu reaksi penting dalam tubuh kita terjadi dan dapat dimanfaatkan untuk memproduksi obat-obatan, plastik yang dirancang khusus dan bahan inovatif lainnya.
Radikal bebas yang ada di tubuh manusia berasal dari 2 sumber yakni endogen (dari dalam tubuh) dan eksogen (dari luar tubuh). Eksogen yang berasal dari luar tubuh seperti polusi udara, radiasi UV, sinar-X, pestisida dan asap roko. Radikal bebas endogen adalah radikal bebas yang berasal dari dalam tubuh sendiri seperti autoksidasi, oksidasi enzimatik dan respiratory burst.
Radikal bebas merupakan suatu atom molekul atau senyawa yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga sangat reaktif. Radikal bebas dapat terbentuk dalam tubuh saat bernafas sebagai hasil samping proses oksidasi atau pembakaran, olahraga yang berlebihan, ketika terjadi peradangan, terpapar polusi lingkungan seperti dari asap rokok, kendaraan bermotor, radiasi, dan sebagainya.
Pada saat terjadi infeksi, radikal diperlukan untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi. Namun, paparan radikal bebas yang berlebihan dan secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi kemampuan sel untuk beradaptasi terhadap lingkungannya, dan akhirnya dapat menyebabkan kematian sel. Radikal bebas yang bersifat reaktif dapat menyebabkan kerusakan sel, kematian sel, mengurangi kemampuan adaptasi sel sehingga timbul gangguan atau penyakit.
10 jenis radikal bebas
Asap rokok : Oksidan dalam rokok mempunyai jumlah yang cukup untuk memainkan peranan yang besar terjadinya kerusakan saluran napas. Diperkirakan bahwa setiap hisapan rokok mempunyai bahan oksidan dalam jumlah yang sangat besar, meliputi aldehida, epoxida, peroxida, dan radikal bebas lain yang mungkin cukup berumur panjang dan bertahan hingga menyebabkan kerusakan alveoli paru. Bahan lain seperti nitrit oksida, radikal peroksil, dan radikal yang mengandung karbon ada dalam fase gas. Juga mengandung radikal lain yang relatif stabil dalam fase tar.
Polusi udara : Polusi dari kendaraan bermotor, industri, asap rokok, mesin foto copy, pendingin ruangan, dan makanan yang tidak sehat, merupakan sumber radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh manusia. Selain itu, proses alami respirasi dan fungsi metabolisme yang buruk di dalam tubuh, juga menjadi penyebab internal meningkatkan radikal bebas dalam tubuh.
Radiasi UV : Matahari memancarkan sinar dengan radiasi panjang gelombang dengan rentang yang sangat lebar, tetapi yang masuk ke bumi dan mendapat perhatian khusus adalah sinar ultra violet yang memiliki energi cukup besar yang dapat memicu bahkan menimbulkan radikal bebas dalam tubuh terutama kulit.
Pestisida : Pestisida kimia merupakan bahan beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Hal ini disebabkan pestisida bersifat polutan dan menyebarkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti mutasi gen dan gangguan syaraf pusat. Disamping itu residu kimia yang beracun tertinggal pada produk pertanian dapat memicu kerusakan sel, penuaan dini dan munculnya penyakit degeneratif.
Obat-obatan : Beberapa macam obat dapat meningkatkan produksi radikal bebas dalam bentuk peningkatan tekanan oksigen. Bahan-bahan tersebut bereaksi bersama hiperoksia dapat mempercepat tingkat kerusakan. Termasuk didalamnya antibiotika kelompok quinoid atau berikatan logam untuk aktivitasnya (nitrofurantoin), obat kanker seperti bleomycin, anthracyclines (adriamycin), dan methotrexate, yang memiliki aktifitas pro-oksidan. Selain itu, radikal juga berasal dari fenilbutason, beberapa asam fenamat dan komponen aminosalisilat dari sulfasalasin dapat menginaktifasi protease, dan penggunaan asam askorbat dalam jumlah banyak mempercepat peroksidasi lemak.
Olahraga berlebihan : Olahraga berlebihan akan membuat tubuh membutuhkan suplai oksigen yang sangat banyak, sehingga peningkatan ini akan memicu timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Jika gaya olahraga semacam ini dilakukan dengan frekuensi yang sering, maka akan terjadi penumpukan radikal bebas dalam tubuh. Peningkatan pembentukan radikal bebas dalam aktivitas olahraga dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu oleh rusaknya jaringan otot akibat dari gerakan-gerakan yang bersifat eksposif. Olah raga dengan intesitas tinggi dan durasi lama ternyata juga terbukti dapat menimbulkankerusakan sel. Konversi radikal bebas lemah (superoxide) menjadi radikal bebas yang lebih merusak (hydroxyl) oleh akumulasi asam laktat otot serta dari peningkatan metabolisme energi yang meningkatan jumlah molekul oksigen (O2) di dalam tubuh. Ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh dengan kapasitas kemampuan antioksidan alami tubuh untuk ‘menjinakannya’ dapat menyebabkan kondisi yang disebut sebagai stres oksidatif (oxidative stress). Stres oksidatif yang dipicu oleh peningkatan jumlah radikal bebas di dalam tubuh akibat dari peningkatan metabolisme energi , kualitas udara yang buruk ataupun sebab lainnya dapat menyebabkan kerusakan pada sel, jaringan dan organ tubuh.
Radiasi : Radioterapi memungkinkan terjadinya kerusakan jaringan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radiasi elektromagnetik (sinar X, sinar gamma) dan radiasi partikel (partikel elektron, photon, neutron, alfa, dan beta) menghasilkan radikal primer dengan cara memindahkan energinya pada komponen seluler seperti air. Radikal primer tersebut dapat mengalami reaksi sekunder bersama oksigen yang terurai atau bersama cairan seluler.
Autoksidasi : Autoksidasi merupakan produk dari proses metabolisme aerobik. Molekul yang mengalami autoksidasi berasal dari katekolamin, hemoglobin, mioglobin, sitokrom C yang tereduksi, dan thiol. Autoksidasi dari molekul diatas menghasilkan reduksi dari oksigen diradikal dan pembentukan kelompok reaktif oksigen. Superoksida merupakan bentukan awal radikal. Ion ferrous (Fe II) juga dapat kehilangan elektronnya melalui oksigen untuk membuat superoksida dan Fe III melalui proses autoksidasi.
Oksidasi enzimatik : Beberapa jenis sistem enzim mampu menghasilkan radikal bebas dalam jumlah yang cukup bermakna, meliputi xanthine oxidase (activated in ischemia-reperfusion), prostaglandin synthase, lipoxygenase, aldehyde oxidase, dan amino acid oxidase. Enzim myeloperoxidase hasil aktivasi netrofil, memanfaatkan hidrogen peroksida untuk oksidasi ion klorida menjadi suatu oksidan yang kuat asam hipoklor.
Respiratory burst : Sel fagositik menggunakan oksigen dalam jumlah yang besar selama fagositosis. Lebih kurang 70-90 persen penggunaan oksigen tersebut dapat diperhitungkan dalam produksi superoksida. Fagositik sel tersebut memiliki sistem membran bound flavoprotein cytochrome-b-245 NADPH oxidase. Enzim membran sel seperti NADPH-oxidase keluar dalam bentuk inaktif. Paparan terhadap bakteri yang diselimuti imunoglobulin, kompleks imun, komplemen 5a, atau leukotrien dapat mengaktifkan enzim NADPH-oxidase. Aktifasi tersebut mengawali respiratory burst pada membran sel untuk memproduksi superoksida. Kemudian H2O2 dibentuk dari superoksida dengan cara dismutasi bersama generasi berikutnya dari OH dan HOCl oleh bakteri.
Sumber: Kompas
Radikal bebas adalah molekul dengan elektron tidak berpasangan. Dalam pencarian mereka untuk menemukan elektron lain, mereka sangat reaktif dan menyebabkan kerusakan pada molekul sekitarnya. Namun, radikal bebas juga berguna karena mereka membantu reaksi penting dalam tubuh kita terjadi dan dapat dimanfaatkan untuk memproduksi obat-obatan, plastik yang dirancang khusus dan bahan inovatif lainnya.
Radikal bebas yang ada di tubuh manusia berasal dari 2 sumber yakni endogen (dari dalam tubuh) dan eksogen (dari luar tubuh). Eksogen yang berasal dari luar tubuh seperti polusi udara, radiasi UV, sinar-X, pestisida dan asap roko. Radikal bebas endogen adalah radikal bebas yang berasal dari dalam tubuh sendiri seperti autoksidasi, oksidasi enzimatik dan respiratory burst.
Radikal bebas merupakan suatu atom molekul atau senyawa yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga sangat reaktif. Radikal bebas dapat terbentuk dalam tubuh saat bernafas sebagai hasil samping proses oksidasi atau pembakaran, olahraga yang berlebihan, ketika terjadi peradangan, terpapar polusi lingkungan seperti dari asap rokok, kendaraan bermotor, radiasi, dan sebagainya.
Pada saat terjadi infeksi, radikal diperlukan untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi. Namun, paparan radikal bebas yang berlebihan dan secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi kemampuan sel untuk beradaptasi terhadap lingkungannya, dan akhirnya dapat menyebabkan kematian sel. Radikal bebas yang bersifat reaktif dapat menyebabkan kerusakan sel, kematian sel, mengurangi kemampuan adaptasi sel sehingga timbul gangguan atau penyakit.
10 jenis radikal bebas
Asap rokok : Oksidan dalam rokok mempunyai jumlah yang cukup untuk memainkan peranan yang besar terjadinya kerusakan saluran napas. Diperkirakan bahwa setiap hisapan rokok mempunyai bahan oksidan dalam jumlah yang sangat besar, meliputi aldehida, epoxida, peroxida, dan radikal bebas lain yang mungkin cukup berumur panjang dan bertahan hingga menyebabkan kerusakan alveoli paru. Bahan lain seperti nitrit oksida, radikal peroksil, dan radikal yang mengandung karbon ada dalam fase gas. Juga mengandung radikal lain yang relatif stabil dalam fase tar.
Polusi udara : Polusi dari kendaraan bermotor, industri, asap rokok, mesin foto copy, pendingin ruangan, dan makanan yang tidak sehat, merupakan sumber radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh manusia. Selain itu, proses alami respirasi dan fungsi metabolisme yang buruk di dalam tubuh, juga menjadi penyebab internal meningkatkan radikal bebas dalam tubuh.
Radiasi UV : Matahari memancarkan sinar dengan radiasi panjang gelombang dengan rentang yang sangat lebar, tetapi yang masuk ke bumi dan mendapat perhatian khusus adalah sinar ultra violet yang memiliki energi cukup besar yang dapat memicu bahkan menimbulkan radikal bebas dalam tubuh terutama kulit.
Pestisida : Pestisida kimia merupakan bahan beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Hal ini disebabkan pestisida bersifat polutan dan menyebarkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti mutasi gen dan gangguan syaraf pusat. Disamping itu residu kimia yang beracun tertinggal pada produk pertanian dapat memicu kerusakan sel, penuaan dini dan munculnya penyakit degeneratif.
Obat-obatan : Beberapa macam obat dapat meningkatkan produksi radikal bebas dalam bentuk peningkatan tekanan oksigen. Bahan-bahan tersebut bereaksi bersama hiperoksia dapat mempercepat tingkat kerusakan. Termasuk didalamnya antibiotika kelompok quinoid atau berikatan logam untuk aktivitasnya (nitrofurantoin), obat kanker seperti bleomycin, anthracyclines (adriamycin), dan methotrexate, yang memiliki aktifitas pro-oksidan. Selain itu, radikal juga berasal dari fenilbutason, beberapa asam fenamat dan komponen aminosalisilat dari sulfasalasin dapat menginaktifasi protease, dan penggunaan asam askorbat dalam jumlah banyak mempercepat peroksidasi lemak.
Olahraga berlebihan : Olahraga berlebihan akan membuat tubuh membutuhkan suplai oksigen yang sangat banyak, sehingga peningkatan ini akan memicu timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Jika gaya olahraga semacam ini dilakukan dengan frekuensi yang sering, maka akan terjadi penumpukan radikal bebas dalam tubuh. Peningkatan pembentukan radikal bebas dalam aktivitas olahraga dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu oleh rusaknya jaringan otot akibat dari gerakan-gerakan yang bersifat eksposif. Olah raga dengan intesitas tinggi dan durasi lama ternyata juga terbukti dapat menimbulkankerusakan sel. Konversi radikal bebas lemah (superoxide) menjadi radikal bebas yang lebih merusak (hydroxyl) oleh akumulasi asam laktat otot serta dari peningkatan metabolisme energi yang meningkatan jumlah molekul oksigen (O2) di dalam tubuh. Ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh dengan kapasitas kemampuan antioksidan alami tubuh untuk ‘menjinakannya’ dapat menyebabkan kondisi yang disebut sebagai stres oksidatif (oxidative stress). Stres oksidatif yang dipicu oleh peningkatan jumlah radikal bebas di dalam tubuh akibat dari peningkatan metabolisme energi , kualitas udara yang buruk ataupun sebab lainnya dapat menyebabkan kerusakan pada sel, jaringan dan organ tubuh.
Radiasi : Radioterapi memungkinkan terjadinya kerusakan jaringan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radiasi elektromagnetik (sinar X, sinar gamma) dan radiasi partikel (partikel elektron, photon, neutron, alfa, dan beta) menghasilkan radikal primer dengan cara memindahkan energinya pada komponen seluler seperti air. Radikal primer tersebut dapat mengalami reaksi sekunder bersama oksigen yang terurai atau bersama cairan seluler.
Autoksidasi : Autoksidasi merupakan produk dari proses metabolisme aerobik. Molekul yang mengalami autoksidasi berasal dari katekolamin, hemoglobin, mioglobin, sitokrom C yang tereduksi, dan thiol. Autoksidasi dari molekul diatas menghasilkan reduksi dari oksigen diradikal dan pembentukan kelompok reaktif oksigen. Superoksida merupakan bentukan awal radikal. Ion ferrous (Fe II) juga dapat kehilangan elektronnya melalui oksigen untuk membuat superoksida dan Fe III melalui proses autoksidasi.
Oksidasi enzimatik : Beberapa jenis sistem enzim mampu menghasilkan radikal bebas dalam jumlah yang cukup bermakna, meliputi xanthine oxidase (activated in ischemia-reperfusion), prostaglandin synthase, lipoxygenase, aldehyde oxidase, dan amino acid oxidase. Enzim myeloperoxidase hasil aktivasi netrofil, memanfaatkan hidrogen peroksida untuk oksidasi ion klorida menjadi suatu oksidan yang kuat asam hipoklor.
Respiratory burst : Sel fagositik menggunakan oksigen dalam jumlah yang besar selama fagositosis. Lebih kurang 70-90 persen penggunaan oksigen tersebut dapat diperhitungkan dalam produksi superoksida. Fagositik sel tersebut memiliki sistem membran bound flavoprotein cytochrome-b-245 NADPH oxidase. Enzim membran sel seperti NADPH-oxidase keluar dalam bentuk inaktif. Paparan terhadap bakteri yang diselimuti imunoglobulin, kompleks imun, komplemen 5a, atau leukotrien dapat mengaktifkan enzim NADPH-oxidase. Aktifasi tersebut mengawali respiratory burst pada membran sel untuk memproduksi superoksida. Kemudian H2O2 dibentuk dari superoksida dengan cara dismutasi bersama generasi berikutnya dari OH dan HOCl oleh bakteri.
Sumber: Kompas
Selasa, 20 Agustus 2013
Amazon Plus Obat Herbal Super Antioksidan
Amazon Plus Obat Herbal Super Antioksidan
Jus Amazon Plus Generasi Terbaru Superantioksidan
AMAZON PLUS adalah jus Zaitun Hydroxytyrosol pertama dan satu-satunya di dunia. Amazon plus berbentuk jus kesehatan yang berkomposisikan buah-buahan segar dari seluruh penjuru dunia. Salah satunya adalah buah-buahan dari pedalaman Hutan Amazon, Amerika Selatan yang dikombinasikan dengan buah Manggis, ratu buah tropis asal Indonesia yang juga memiliki kandungan antioksidan tinggi, serta buah Zaitun yang kaya akan Zaitun Hydroxytyrosol.
Cita Rasa Eksklusif Dalam Jus Amazon Plus
Jus Amazon Plus memiliki cita rasa eksklusif nan menyegarkan, yang merupakan salah satu nilai tambah dalam Jus ini, sehingga jus ini sangat diminati oleh semua kalangan. Amazon Plus menghadirkan sensasi rasa baru minuman kesehatan yang unik dan berkelas.
Amazon Plus juga disebut sebagai MIRACLE JUICE karena kandungan zaitun hydroxytyrosol (antioksidan nomor satu di dunia) yang dikombinasikan dengan buah Acai Berry sebagai superfood Amerika, dan disempurnakan oleh buah Manggis si ratu buah asal Indonesia. Ketiga bahan pokok ini ditambah lagi dengan manfaat Blueberry, Delima Merah, dan Tomat, menciptakan perpaduan herbal yang sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh.
Manfaat Amazon Plus Bagi Kesehatan
Amazon Plus berfungsi untuk menciptakan kesehatan tubuh secara keseluruhan, serta membantu mencegah berbagai jenis penyakit kronis, seperti jantung, kanker, stroke, diabetes, HIV/AIDS, dll. Amazon Plus bukan hanya untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit namun juga memiliki khasiat pencegahan penyakit, dan meningkatkan imunitas serta metabolisme tubuh. Nikmati khasiat Amazon Plus hanya dengan minum 30 ml setiap harinya. Rasakan perubahan bagi kesehatan tubuh Anda.
Jus Amazon Plus mengandung :
Keenam komposisi buah-buahan ini menghasilkan sebuah jus kesehatan dengan super antioksidan tinggi yang sangat berguna untuk melawan serta mencegah datangnya sakit-penyakit.
Harga
*Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim
Risiko Adik Jika Si Kakak Autis
Jus AMAZON PLUS dan AMAZON BERRIES berkhasiat membantu mengatasi penyakit autis pada anak-anak. AMAZON BERRIES yang dikemas dalam bentuk serbuk sangat praktis dikonsumsi, bisa diaduk dengan air dingin atau dihisap seperti permen. Rasanya enak dan disukai anak-anak kebanyakan. Jus AMAZON PLUS, rasanya enak dan disukai banyak orang.
Agen Jus AMAZON PLUS di Jakarta, jual AMAZON PLUS di Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Aceh, AMAZON PLUS, diolah dari 6 jenis buah-buahan super antioksidan yang sangat bermanfaat buat kesehatan. Hubungi 081289637559 atau kunjungi website kami di http://amazonberies.com/
AMAZON PLUS dan AMAZON BERRIES Solusi Anak Autis
Anak-anak yang memiliki kakak dengan diagnosis autisme ternyata juga berisiko tinggi mengalami gangguan perkembangan ini. Namun, seberapa pasti risiko tersebut masih diperdebatkan. Dalam studi berskala besar, para peneliti Denmark menemukan "risiko kekambuhan" ini sekitar 7 kali lebih tinggi dibanding pada anak yang saudaranya tidak mengalami autisme. Perhitungan risiko tersebut
jauh lebih rendah dibanding penelitian lainnya yang menyebut sampai 19 persen. "Apakah risiko 7 kali itu dianggap tinggi atau rendah sangat tergantung pada keluarga yang mengalaminya untuk memutuskan," kata Therese Koops Gronborg, peneliti dari Aarhus University, Denmark.
Gronborg juga mengevaluasi secara terpisah anak-anak yang kakak kandung berasal dari ayah dan ibu yang sama menyandang autisme, serta yang kakaknya satu ibu atau satu bapak. Ternyata, anak yang kakaknya berasal dari ayah dan ibu yang sama memiliki risiko untuk menyandang autisme 7,5 persen, sedangkan anak yang hanya satu ibu saja atau satu ayah saja dengan si kakak, risikonya lebih rendah.
Penelitian ini mengevaluasi 1,5 juta anak yang lahir di Denmark antara tahun 1980 dan 2004, kemudian diikuti sampai tahun 2010.
Para peneliti juga menemukan tidak ada waktu tren dalam periode studi. Ini berarti tidak ada faktor yang berpengaruh pada risiko "kekambuhan autisme" di saudara kandungnya.
Menurut Dr.Jefry Biehler, ketua departemen kesehatan anak dari Miami Children's Hospital, hasil penelitian tersebut sangat berguna bagi keluarga yang memiliki anak autisme.
"Karena intervensi dini dan diagnosis yang tepat sangat penting untuk meningkatkan perkembangan kemampuan anak autisme. Informasi ini bisa membantu orangtua yang sudah memiliki anak autisme," kata Biehler.
Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa penyebab risiko autisme sangat beragam. "Baik faktor genetik dan lingkungan berpengaruh pada terjadinya autisme," katanya.
Sumber : Kompas.com/www.healthdaynews
AMAZON PLUS adalah jus Zaitun Hydroxytyrosol pertama dan satu-satunya di dunia. Amazon plus berbentuk jus kesehatan yang berkomposisikan buah-buahan segar dari seluruh penjuru dunia. Salah satunya adalah buah-buahan dari pedalaman Hutan Amazon, Amerika Selatan yang dikombinasikan dengan buah Manggis, ratu buah tropis asal Indonesia yang juga memiliki kandungan antioksidan tinggi, serta buah Zaitun yang kaya akan Zaitun Hydroxytyrosol.
Cita Rasa Eksklusif Dalam Jus Amazon Plus
Jus Amazon Plus memiliki cita rasa eksklusif nan menyegarkan, yang merupakan salah satu nilai tambah dalam Jus ini, sehingga jus ini sangat diminati oleh semua kalangan. Amazon Plus menghadirkan sensasi rasa baru minuman kesehatan yang unik dan berkelas.
Amazon Plus juga disebut sebagai MIRACLE JUICE karena kandungan zaitun hydroxytyrosol (antioksidan nomor satu di dunia) yang dikombinasikan dengan buah Acai Berry sebagai superfood Amerika, dan disempurnakan oleh buah Manggis si ratu buah asal Indonesia. Ketiga bahan pokok ini ditambah lagi dengan manfaat Blueberry, Delima Merah, dan Tomat, menciptakan perpaduan herbal yang sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh.
Manfaat Amazon Plus Bagi Kesehatan
Amazon Plus berfungsi untuk menciptakan kesehatan tubuh secara keseluruhan, serta membantu mencegah berbagai jenis penyakit kronis, seperti jantung, kanker, stroke, diabetes, HIV/AIDS, dll. Amazon Plus bukan hanya untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit namun juga memiliki khasiat pencegahan penyakit, dan meningkatkan imunitas serta metabolisme tubuh. Nikmati khasiat Amazon Plus hanya dengan minum 30 ml setiap harinya. Rasakan perubahan bagi kesehatan tubuh Anda.
Jus Amazon Plus mengandung :
- ZAITUN Hydroxytyrosol
- ACAI BERRY
- MANGGIS (kulit, daging buah dan biji)
- DELIMA MERAH
- TOMAT
- BLUEBERRY
Keenam komposisi buah-buahan ini menghasilkan sebuah jus kesehatan dengan super antioksidan tinggi yang sangat berguna untuk melawan serta mencegah datangnya sakit-penyakit.
Harga
- 1 Botol Rp. 276.000,-
- 1 dus isi 6 Botol Rp.1.560.000,- ( @Rp.260.000,- )
*Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim
Risiko Adik Jika Si Kakak Autis
Jus AMAZON PLUS dan AMAZON BERRIES berkhasiat membantu mengatasi penyakit autis pada anak-anak. AMAZON BERRIES yang dikemas dalam bentuk serbuk sangat praktis dikonsumsi, bisa diaduk dengan air dingin atau dihisap seperti permen. Rasanya enak dan disukai anak-anak kebanyakan. Jus AMAZON PLUS, rasanya enak dan disukai banyak orang.
Agen Jus AMAZON PLUS di Jakarta, jual AMAZON PLUS di Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Aceh, AMAZON PLUS, diolah dari 6 jenis buah-buahan super antioksidan yang sangat bermanfaat buat kesehatan. Hubungi 081289637559 atau kunjungi website kami di http://amazonberies.com/
AMAZON PLUS dan AMAZON BERRIES Solusi Anak Autis
jauh lebih rendah dibanding penelitian lainnya yang menyebut sampai 19 persen. "Apakah risiko 7 kali itu dianggap tinggi atau rendah sangat tergantung pada keluarga yang mengalaminya untuk memutuskan," kata Therese Koops Gronborg, peneliti dari Aarhus University, Denmark.
Gronborg juga mengevaluasi secara terpisah anak-anak yang kakak kandung berasal dari ayah dan ibu yang sama menyandang autisme, serta yang kakaknya satu ibu atau satu bapak. Ternyata, anak yang kakaknya berasal dari ayah dan ibu yang sama memiliki risiko untuk menyandang autisme 7,5 persen, sedangkan anak yang hanya satu ibu saja atau satu ayah saja dengan si kakak, risikonya lebih rendah.
Penelitian ini mengevaluasi 1,5 juta anak yang lahir di Denmark antara tahun 1980 dan 2004, kemudian diikuti sampai tahun 2010.
Para peneliti juga menemukan tidak ada waktu tren dalam periode studi. Ini berarti tidak ada faktor yang berpengaruh pada risiko "kekambuhan autisme" di saudara kandungnya.
Menurut Dr.Jefry Biehler, ketua departemen kesehatan anak dari Miami Children's Hospital, hasil penelitian tersebut sangat berguna bagi keluarga yang memiliki anak autisme.
"Karena intervensi dini dan diagnosis yang tepat sangat penting untuk meningkatkan perkembangan kemampuan anak autisme. Informasi ini bisa membantu orangtua yang sudah memiliki anak autisme," kata Biehler.
Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa penyebab risiko autisme sangat beragam. "Baik faktor genetik dan lingkungan berpengaruh pada terjadinya autisme," katanya.
Sumber : Kompas.com/www.healthdaynews
Menyusui lindungi Ibu dari kanker payudara?
Menyusui anak dengan durasi lebih dari enam bulan akan melindungi wanita dari kanker payudara dalam jangka waktu yang panjang. Syaratnya, si ibu bukanlah perempuan perokok. Berdasarkan penelitian terbaru, merokok dapat menghambat manfaat menyusui, sehingga ada perbedaan sekitar 10 tahun dalam diagnosis dengan pasien kanker payudara yang tidak merokok. "Dan semua itu tergantung berapa lama mereka menyusui anak-anaknya," tulis situs Health Day, 15 Agustus 2013.
Mereka yang tidak merokok dan tidak menyusui, atau menyusui tak lebih dari tiga bulan, rata-rata didiagnosis mengidap kanker payudara pada usia 58 tahun. Sementara wanita yang tidak merokok dan menyusui lebih dari enam bulan, baru dinyatakan mengidap kanker payudara pada usia rata-rata 68 tahun. "Namun perempuan yang menyusui lebih dari enam bulan tapi merokok, didiagnosis dengan penyakit ini pada rata-rata usia 47 tahun."
Menurut peneliti University of Granada, Spanyol, Emilio Gonzalez-Jimenez, perempuan tidak merokok dan menyusui lebih dari enam bulan terdiagnosis kanker payudara lebih lama. Sekitar 20 tahun kemudian, ketimbang perempuan merokok, tidak menyusui, atau menyusui kurang dari enam bulan. "Meski banyak penelitian menghubungkan antara kehamilan dengan risiko kanker payudara, tapi hasil riset pada efek perlindungan menyusui terhadap penyakit ini menunjukkan hasil yang saling bertentangan," kata Gonzalez-Jimenez.
Tim Gonzalez-Jimenez meneliti catatan kesehatan lebih dari 500 wanita berusia 19 hingga 91 tahun. Mereka merupakan perempuan yang didiagnosis atau mendapat pengobatan kanker payudara dari 2004 hingga 2009, di Rumah Sakit Universitas Granada.
Dalam penelitiannya, ilmuwan menemukan hubungan antara menyusui dengan usia saat terdiagnosis kanker, tapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. Hubungan ini terjadi ketika ada faktor keturunan dalam keluarga. Penelitian lain menunjukkan hubungan antara merokok dengan kanker payudara.
Direktur Breast and Gynecologic Cancer di American Cancer Society, Debbie Saslow, mengatakan riset ini berskala kecil. Sebab, hanya 26 perempuan tidak merokok dalam penelitian ini yang menyusui lebih dari enam bulan. Sementara penelitian sebelumnya menunjukkan hasil temuan yang beragam. "Banyak hasil riset menunjukkan bahwa menyusui memberikan efek perlindungan melawan kanker payudara, tapi efek ini kecil dan efeknya lebih lama jika Anda menyusui lebih lama," kata Saslow.
American Cancer Society memperkirakan lebih dari 234 ribu kasus kanker payudara terdiagnosis selama 2013. Sekitar 40 ribu kematian diperkirakan akan terjadi tahun ini akibat penyakit itu.
Berdasarkan data U.S Centers for Disease Control and Prevention, sebanyak 77 persen anak Amerika disusui ibunya pada saat dilahirkan. Namun dari bayi kelahiran 2010, hanya 49 persen yang masih menyusui saat berusia enam bulan dan hanya 27 persen yang masih disusui ketika berumur 12 bulan.
Sumber: Tempo
Mereka yang tidak merokok dan tidak menyusui, atau menyusui tak lebih dari tiga bulan, rata-rata didiagnosis mengidap kanker payudara pada usia 58 tahun. Sementara wanita yang tidak merokok dan menyusui lebih dari enam bulan, baru dinyatakan mengidap kanker payudara pada usia rata-rata 68 tahun. "Namun perempuan yang menyusui lebih dari enam bulan tapi merokok, didiagnosis dengan penyakit ini pada rata-rata usia 47 tahun."
Menurut peneliti University of Granada, Spanyol, Emilio Gonzalez-Jimenez, perempuan tidak merokok dan menyusui lebih dari enam bulan terdiagnosis kanker payudara lebih lama. Sekitar 20 tahun kemudian, ketimbang perempuan merokok, tidak menyusui, atau menyusui kurang dari enam bulan. "Meski banyak penelitian menghubungkan antara kehamilan dengan risiko kanker payudara, tapi hasil riset pada efek perlindungan menyusui terhadap penyakit ini menunjukkan hasil yang saling bertentangan," kata Gonzalez-Jimenez.
Tim Gonzalez-Jimenez meneliti catatan kesehatan lebih dari 500 wanita berusia 19 hingga 91 tahun. Mereka merupakan perempuan yang didiagnosis atau mendapat pengobatan kanker payudara dari 2004 hingga 2009, di Rumah Sakit Universitas Granada.
Dalam penelitiannya, ilmuwan menemukan hubungan antara menyusui dengan usia saat terdiagnosis kanker, tapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. Hubungan ini terjadi ketika ada faktor keturunan dalam keluarga. Penelitian lain menunjukkan hubungan antara merokok dengan kanker payudara.
Direktur Breast and Gynecologic Cancer di American Cancer Society, Debbie Saslow, mengatakan riset ini berskala kecil. Sebab, hanya 26 perempuan tidak merokok dalam penelitian ini yang menyusui lebih dari enam bulan. Sementara penelitian sebelumnya menunjukkan hasil temuan yang beragam. "Banyak hasil riset menunjukkan bahwa menyusui memberikan efek perlindungan melawan kanker payudara, tapi efek ini kecil dan efeknya lebih lama jika Anda menyusui lebih lama," kata Saslow.
American Cancer Society memperkirakan lebih dari 234 ribu kasus kanker payudara terdiagnosis selama 2013. Sekitar 40 ribu kematian diperkirakan akan terjadi tahun ini akibat penyakit itu.
Berdasarkan data U.S Centers for Disease Control and Prevention, sebanyak 77 persen anak Amerika disusui ibunya pada saat dilahirkan. Namun dari bayi kelahiran 2010, hanya 49 persen yang masih menyusui saat berusia enam bulan dan hanya 27 persen yang masih disusui ketika berumur 12 bulan.
Sumber: Tempo
Langganan:
Postingan (Atom)