Amazon Plus mengandung polifenol Zaitun hydroxytyrosol, setiap sloki mengandung 5 mg hydroxytyrosol ini menjangkau kebutuhan hydroxytyrosol yang wajib dikonsumsi setiap hari. Semakin banyak diminum memberikan manfaat terbaik baik bagi tubuh, bahkan 2 sloki Amazon Plus mengandung 10 mg hydroxytyrosol yang sebanding dengan setengah liter minyak Zaitun asli.
Minuman herbal kesehatan pertama di dunia yang menggunakan polifenol hydroxytyrosol dalam bentuk jus yakni Amazon Plus. Di negara lain, hydroxytyrosol biasa disajikan dalam bentuk pil, hanya di Indonesia inovasi terbaru paduan jus hydroxytyrosol, dapat langsung diminum dengan rasa yang unik dan lebih nikmat.
Amazon Plus, lambang kesehatan prima Indonesia. Mengemban misi menekan angka penderita jantung di Indonesia, Amazon Plus bisa diandalkan. Mulailah minum Amazon Plus sekarang juga demi kesehatan jantung Anda. Cukup 30 ml setiap malam mau tidur untuk pencegahan dan 60-90 ml bagi yang sudah menderita penyakit jantung.
Hydorxytyrosol merupakan super star antioksidan di muka bumi yang belum tentu bisa ditemukan lagi dalam 100 tahun ke depan. Hydroxytyrosol berasal dari air pengolahan minyak zaitun yang diproses secara teknologi modern dan higienis. Masyarakat mengenal zaitun karena kandungan minyaknya sangat bermanfaat untuk kesehatan, namun jauh di atas minyak, hydroxytyrosol yang tertinggi khasiatnya.
Euis, asal Bogor, Jawa Barat, berusia 52 tahun memiliki pengalaman menarik setelah minum Amazon Plus. Divonis dokter menderita jantung, kakinya bengkak dan napasnya berat. Karena keinginannya yang besar untuk sembuh, Ibu rumah tangga ini mencoba minum Amazon Plus yang dibeli dari saudaranya.
Hanya dalam seminggu Euis menghabiskan 6 botol Amazon Plus dan kembali ke dokter untuk periksa. Hasilnya negatif, kakinya sudah tidak bengkak lagi dan napasnya pun enteng serta kondisi badanya segar bugar. Kisah lain datang dari Yogyakarta. Reza Usman, ayah 2 anak ini menderita lemah jantung setelah hasil pemeriksaannya di dokter.
Setelah minum Amazon Plus 24 botol dalam waktu sebulan, penyakitnya sembuh. Bukan sebuah kebetulan, Reza (38) seorang pegawai swasta ini membeli Amazon Plus di sebuah apotik dekat rumahnya dan dikonsumsi secara teratur. Karena stok di apoti tersebut tidak banyak, Reza memutuskan untuk membeli Amazon Plus langsung dari Jakarta sebanya 23 botol untuk terapi penyembuhan penyakit lemah jantungnya.
Amazon Plus sangat membantu para penderita penyakit jantung yang sudah dioperasi maupun yang belum dioperasi. Kandungan Zaitun hydroxytyrosol yang ada dalam Amazon Plus menjadi daya pikat tersendiri bagi mereka yang menderita penyakit jantung. Jangan lupa, minumlah Amazon Plus setiap hari demi menyehatkan jantung Anda.
Khasiat dan manfaat obat herbal tradisional dari tanaman obat alami untuk mengobati berbagai penyakit
Tampilkan postingan dengan label Zaitun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zaitun. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Desember 2013
Kamis, 28 November 2013
Zaitun Membantu Meringankan Penderita Penyakit Adrenoleukodystrophy (ALD)
Zaitun Membantu Meringankan Penderita Penyakit Adrenoleukodystrophy (ALD)
Obatherbal-alami.com - Jual obat herbal alami jus Amazon Plus, jus Zaitun Hydroxytyrosol pertama di Indonesia. Jus dengan keajaiban khasiatnya dalam buah Zaitun. Orang sangat mengenal minyak Zaitun yang sangat berkhasiat itu dengan representasi kisah Lorenzo Odone yang mampu bertahan hidup hingga 22 tahun lamanya.
Penyakit Adrenoleukodystrophy (ALD) yang menyerangnya sejak lahir merenggut hidupnya, namun perjuangannya melawan penyakitnya menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia yang menderita penyakit yang sama. Zaitun Hydroxytyrosol salah satu kandungan dalam Jus Amazon Plus, obat herbal alami dipercaya dapat membantu penderita ALD.
Obat herbal alami jus Amazon Plus mampu menyerap sampai ke sel saraf dan otak serta sumsum tulang belakang. Mengikis plak pada pembulu arteri penyebab serangan jantung. Obat herbal alami jus Amazon Plus mampu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Obat herbal alami jus Amazon Plus Cerita tentang perjuangan orangtua Lorenzo Odone telah menginspirasi banyak orang bahwa tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
Meski akhirnya meninggal, namun Lorenzo mampu hidup 22 tahun lebih lama dari prediksi dokter karena keajaiban minyak zaitun yang kini dikenal dengan sebutan Lorenzo Oil.
Penyakit Adrenoleukodystrophy (ALD) adalah penyakit kelainan genetik terkait dengan kromosom X akibat pembawa protein yang gagal berfungsi dengan benar. Tubuh penderita ALD menghasilkan asam lemak yang berakumulasi dalam sel saraf dan merusak lapisan sistem motorik. Molekul lemak yang banyak ini kemudian membangun dan menghambat sel-sel seperti sel saraf dan otak dan sumsum tulang belakang.
Penyakit ALD lebih banyak dialami anak laki-laki dengan perbandingan 1 dari 20.000 anak laki-laki. Penyakit ini biasanya menyerang anak laki-laki usia 4 hingga 8 tahun dengan peluang hidup 2 tahun setelah divonis terkena penyakit ALD.
Lorenzo Odone lahir pada tahun 1978. Sampai usia 6 tahun ia adalah seorang anak yang sehat dengan masa depan yang cerah. Dia pandai berbicara bahasa Inggris, Prancis dan Italia. Lorenzo juga menikmati cerita-cerita mitologi Yunani mendengarkan konser musik Brandenburg dan Handel's Water Music.
Ayah Lorenzo bernama Augusto Odone adalah seorang ekonom Bank Dunia dan di masa-masa awalnya Lorenzo tinggal di Kenya dan memakai bahasa Prancis ketika tinggal di Kepulauan Komoro.
Pada tahun 1984, ketika Lorenzo berusia 5 tahun orangtuanya mendapat laporan dari sekolah yang mengatakan Lorenzo sering mengamuk, menderita gangguan pendengaran dan mengalami masalah dengan keseimbangan dan koordinasi tubuhnya.
Ibunya bercerita pada Januari 1985, Lorenzo sama sekali tidak bisa berbicara dan merespons apapun, penglihatannya telah rusak, tidak bisa menggerakkan jari, mengompol, tidak bisa menelan dan ia harus dilengkapi dengan tabung nasogastik.
Scan otak Lorenzo yang dilakukan oleh ahli saraf Profesor Hugo Moser dari Johns Hopkins University di Baltimore mendiagnosis bocah itu terkena ALD. Penyakit akibat asam lemak yang menumpuk di sel-sel saraf sehingga saraf tidak bisa mengirimkan pesan ke seluruh tubuh.
Dokter mengatakan ke orangtua Lorenzo, bahwa sang anak hanya punya peluang hidup dua tahun karena tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya. Namun sang ayah percaya tubuh Lorenzo hanya sedang terjebak dan yakin anaknya dapat memahami apa yang sedang terjadi di sekelilingnya.
Terpukul menerima vonis dari dokter, orangtuanya bertekad akan mencari pengobatan untuk Lorenzo dan Augusto pun mulai belajar ilmu kedokteran, biokimia dan hubungan antara kerusakan otak dan membangkitkannya lagi dari apa yang disebut rantai panjang asam lemak dalam darah.
Dia mengatur sebuah konferensi bagi para ahli tentang masalah ini dengan membawa informasi penting bahwa asam oleat dan cairan berminyak bisa menghancurkan lemak asam.
Minyak yang belakangan dikenal dengan nama Lorenzo Oil adalah pengembangan dari gabungan asam erusat (erucic) dan asam oleat yang berasal dari minyak zaitun dan lobak.
Meski banyak orang memandang skeptis tapi kemudian orangtuanya menemukan ahli kimia asal Inggris yang bekerja untuk Croda International yang bersedia merumuskan formulasi minyak tersebut.
Kemudian ditemukanlah cara yang efektif untuk memutus rantai panjang asam lemak dan minyak itu. Oleh Profesor Hugo Moser minyak itu dicobakan ke penderita ALD. Pada tahun 1989 Odones kemudian mendirikan Myelin Project untuk menemukan obat penyembuhannya dan mengeliminasi penyakit ini secara lebih luas.
Moser kemudian mempelajari 70 anak laki-laki yang terkena gejala ALD diberi minyak sampai penyakit itu membuat mereka kehilangan penglihatan dan gerakan. Moser menyimpulkan bahwa minyak itu tidak membuat perbedaan, dan menemukan bahwa 40 pasien yang diobati dengan minyak bisa kehilangan platelet darah.
Namun, Moser menyimpulkan pada tahun 2005, bahwa pemberian minyak itu dapat mencegah timbulnya gejala lain terhadap 70 persen dari penderita ALD. Minyak ini diyakini mampu memperlambat penyakit ini. Pemberian minyak ini dapat mencegah timbulnya gejala-gejala penyakit lain bagi penderita ALD.
Dengan minyak tersebut Lorenzo yang kelahiran 28 Mei 1978 mampu bertahan hingga usia 30 tahun dan meninggal pada 30 Mei 2008. Bahkan ibunya lebih dulu meninggal karena sakit kanker. Kisah Lorenzo juga sempat dibuat film pada tahun 1992 dengan judul Lorenzo's Oil yang dibintangi Nick Nolte dan Susan Sarandon.
Augusto Odone dan mendiang istrinya Michaela, menjadi terkenal karena upaya mereka untuk menemukan pengobatan penyakit anak mereka dengan tidak pernah ada kata menyerah.
Obatherbal-alami.com - Jual obat herbal alami jus Amazon Plus, jus Zaitun Hydroxytyrosol pertama di Indonesia. Jus dengan keajaiban khasiatnya dalam buah Zaitun. Orang sangat mengenal minyak Zaitun yang sangat berkhasiat itu dengan representasi kisah Lorenzo Odone yang mampu bertahan hidup hingga 22 tahun lamanya.
Penyakit Adrenoleukodystrophy (ALD) yang menyerangnya sejak lahir merenggut hidupnya, namun perjuangannya melawan penyakitnya menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia yang menderita penyakit yang sama. Zaitun Hydroxytyrosol salah satu kandungan dalam Jus Amazon Plus, obat herbal alami dipercaya dapat membantu penderita ALD.
Obat herbal alami jus Amazon Plus mampu menyerap sampai ke sel saraf dan otak serta sumsum tulang belakang. Mengikis plak pada pembulu arteri penyebab serangan jantung. Obat herbal alami jus Amazon Plus mampu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Obat herbal alami jus Amazon Plus Cerita tentang perjuangan orangtua Lorenzo Odone telah menginspirasi banyak orang bahwa tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
Meski akhirnya meninggal, namun Lorenzo mampu hidup 22 tahun lebih lama dari prediksi dokter karena keajaiban minyak zaitun yang kini dikenal dengan sebutan Lorenzo Oil.
Penyakit Adrenoleukodystrophy (ALD) adalah penyakit kelainan genetik terkait dengan kromosom X akibat pembawa protein yang gagal berfungsi dengan benar. Tubuh penderita ALD menghasilkan asam lemak yang berakumulasi dalam sel saraf dan merusak lapisan sistem motorik. Molekul lemak yang banyak ini kemudian membangun dan menghambat sel-sel seperti sel saraf dan otak dan sumsum tulang belakang.
Penyakit ALD lebih banyak dialami anak laki-laki dengan perbandingan 1 dari 20.000 anak laki-laki. Penyakit ini biasanya menyerang anak laki-laki usia 4 hingga 8 tahun dengan peluang hidup 2 tahun setelah divonis terkena penyakit ALD.
Lorenzo Odone lahir pada tahun 1978. Sampai usia 6 tahun ia adalah seorang anak yang sehat dengan masa depan yang cerah. Dia pandai berbicara bahasa Inggris, Prancis dan Italia. Lorenzo juga menikmati cerita-cerita mitologi Yunani mendengarkan konser musik Brandenburg dan Handel's Water Music.
Ayah Lorenzo bernama Augusto Odone adalah seorang ekonom Bank Dunia dan di masa-masa awalnya Lorenzo tinggal di Kenya dan memakai bahasa Prancis ketika tinggal di Kepulauan Komoro.
Pada tahun 1984, ketika Lorenzo berusia 5 tahun orangtuanya mendapat laporan dari sekolah yang mengatakan Lorenzo sering mengamuk, menderita gangguan pendengaran dan mengalami masalah dengan keseimbangan dan koordinasi tubuhnya.
Ibunya bercerita pada Januari 1985, Lorenzo sama sekali tidak bisa berbicara dan merespons apapun, penglihatannya telah rusak, tidak bisa menggerakkan jari, mengompol, tidak bisa menelan dan ia harus dilengkapi dengan tabung nasogastik.
Scan otak Lorenzo yang dilakukan oleh ahli saraf Profesor Hugo Moser dari Johns Hopkins University di Baltimore mendiagnosis bocah itu terkena ALD. Penyakit akibat asam lemak yang menumpuk di sel-sel saraf sehingga saraf tidak bisa mengirimkan pesan ke seluruh tubuh.
Dokter mengatakan ke orangtua Lorenzo, bahwa sang anak hanya punya peluang hidup dua tahun karena tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya. Namun sang ayah percaya tubuh Lorenzo hanya sedang terjebak dan yakin anaknya dapat memahami apa yang sedang terjadi di sekelilingnya.
Terpukul menerima vonis dari dokter, orangtuanya bertekad akan mencari pengobatan untuk Lorenzo dan Augusto pun mulai belajar ilmu kedokteran, biokimia dan hubungan antara kerusakan otak dan membangkitkannya lagi dari apa yang disebut rantai panjang asam lemak dalam darah.
Dia mengatur sebuah konferensi bagi para ahli tentang masalah ini dengan membawa informasi penting bahwa asam oleat dan cairan berminyak bisa menghancurkan lemak asam.
Minyak yang belakangan dikenal dengan nama Lorenzo Oil adalah pengembangan dari gabungan asam erusat (erucic) dan asam oleat yang berasal dari minyak zaitun dan lobak.
Meski banyak orang memandang skeptis tapi kemudian orangtuanya menemukan ahli kimia asal Inggris yang bekerja untuk Croda International yang bersedia merumuskan formulasi minyak tersebut.
Kemudian ditemukanlah cara yang efektif untuk memutus rantai panjang asam lemak dan minyak itu. Oleh Profesor Hugo Moser minyak itu dicobakan ke penderita ALD. Pada tahun 1989 Odones kemudian mendirikan Myelin Project untuk menemukan obat penyembuhannya dan mengeliminasi penyakit ini secara lebih luas.
Moser kemudian mempelajari 70 anak laki-laki yang terkena gejala ALD diberi minyak sampai penyakit itu membuat mereka kehilangan penglihatan dan gerakan. Moser menyimpulkan bahwa minyak itu tidak membuat perbedaan, dan menemukan bahwa 40 pasien yang diobati dengan minyak bisa kehilangan platelet darah.
Namun, Moser menyimpulkan pada tahun 2005, bahwa pemberian minyak itu dapat mencegah timbulnya gejala lain terhadap 70 persen dari penderita ALD. Minyak ini diyakini mampu memperlambat penyakit ini. Pemberian minyak ini dapat mencegah timbulnya gejala-gejala penyakit lain bagi penderita ALD.
Dengan minyak tersebut Lorenzo yang kelahiran 28 Mei 1978 mampu bertahan hingga usia 30 tahun dan meninggal pada 30 Mei 2008. Bahkan ibunya lebih dulu meninggal karena sakit kanker. Kisah Lorenzo juga sempat dibuat film pada tahun 1992 dengan judul Lorenzo's Oil yang dibintangi Nick Nolte dan Susan Sarandon.
Augusto Odone dan mendiang istrinya Michaela, menjadi terkenal karena upaya mereka untuk menemukan pengobatan penyakit anak mereka dengan tidak pernah ada kata menyerah.
Jumat, 13 September 2013
Cegah Stroke Dengan Zaitun
Cegah Stroke Dengan Zaitun - Orang berusia lanjut yang mengonsumsi minyak zaitun memiliki lebih rendah terserang stroke dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya, kata para ahli dalam laporan riset yang dipublikasikan beberapa waktu silam.
Beberapa ilmuwan dari National Institute of Health and Medical Research di Bordeaux, Perancis, memantau perkembangan 7.625 orang Perancis berusia 65 tahun di tiga kota besar, yakni Bordeaux, Dijon dan Montpellier, selama lima tahun.
Selama penelitian, ada 148 orang yang terserang stroke. Responden dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai tindakan mereka menggunakan minyak zaitun, mulai dari orang yang tak menggunakannya sama sekali sampai mereka yang menggunakannya dalam menyajikan makanan, memasak, dan membuat roti.
Ketika para peneliti menyesuaikan berbagai faktor, seperti berat tubuh, kegiatan fisik, dan makanan secara keseluruhan, terungkap bahwa responden yang menggunakan minyak zaitun secara “intensif” memiliki risiko 41 persen lebih rendah terserang stroke dibanding mereka yang tak pernah mengonsumsi minyak zaitun.
“Penelitian kami menunjukkan perlunya serangkaian rekomendasi diet yang baru untuk mencegah stroke bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas,” kata penulis riset, Cecilia Samieri, sebagaimana dikutip AFP.
Sementara itu, seorang neurolog di Columbia University Medical Center di New York, Dr Nikolaos Scarmeas, yang menulis editorial yang disiarkan bersama studi tersebut, menekankan bahwa penelitian tersebut bersifat “observasional”.
Studi itu menemukan hubungan antara penggunaan minyak zaitun oleh manusia dan risiko stroke yang mereka hadapi, kata Scarmeas. Akan tetapi, hal itu tak perlu diterjemahkan menjadi hubungan sebab-akibat.
“Orang yang mengonsumsi minyak zaitun mungkin sangat berbeda dari orang yang tidak menggunakannya,” kata Scarmeas.
Pengguna minyak zaitun, misalnya, mungkin memiliki penghasilan yang lebih tinggi, makan lebih baik secara keseluruhan atau lebih sering berolahraga dibandingkan dengan orang yang tak pernah mengonsumsi minyak zaitun.
Para peneliti dalam studi baru itu, yang dipimpin oleh Cecilia Samieri, berusaha memperhitungkan perbedaan itu. Dan setelah mereka melakukannya, minyak zaitun tetap terbukti memiliki hubungan risiko stroke yang lebih rendah.
Akan tetapi, Scarmeas menyatakan bahwa tak mungkin untuk sepenuhnya memperhitungkan semua variabel itu. Yang diperlukan, katanya, adalah percobaan klinis, yaitu obyek penelitian secara acak diminta menggunakan minyak zaitun atau tidak, lalu diikuti perkembangannya dari waktu ke waktu untuk melihat siapa yang terserang stroke.
Percobaan klinik semacam itu dipandang sebagai “standar emas” bukti medis. “Stroke biasa terjadi di kalangan orang yang berusia lanjut dan minyak zaitun akan menjadi cara yang mudah dan murah untuk membantu mencegahnya,” kata Cecilia Samieri. Temuan tersebut disiarkan di jurnal media American Academy of Neurology, “Neurology”.
AMAZON PLUS, minuman kesehatan kelas premium yang diolah dari zaitun hydroxytyrosol dan kandungan lainnya seperti acai berry, delima merah, blue berry, tomat dan keseluruhan buah manggis (kulit, daging dan biji). Minum amazon plus 30-90 ml setiap hari membantu mencegah stroke. AMAZON PLUS juga berkhasiat mengobati stroke.
Untuk informasi lebih banyak tentang Amazon Plus bisa hubungi kami
Sumber: www.kompas.com
Beberapa ilmuwan dari National Institute of Health and Medical Research di Bordeaux, Perancis, memantau perkembangan 7.625 orang Perancis berusia 65 tahun di tiga kota besar, yakni Bordeaux, Dijon dan Montpellier, selama lima tahun.
Selama penelitian, ada 148 orang yang terserang stroke. Responden dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai tindakan mereka menggunakan minyak zaitun, mulai dari orang yang tak menggunakannya sama sekali sampai mereka yang menggunakannya dalam menyajikan makanan, memasak, dan membuat roti.
Ketika para peneliti menyesuaikan berbagai faktor, seperti berat tubuh, kegiatan fisik, dan makanan secara keseluruhan, terungkap bahwa responden yang menggunakan minyak zaitun secara “intensif” memiliki risiko 41 persen lebih rendah terserang stroke dibanding mereka yang tak pernah mengonsumsi minyak zaitun.
“Penelitian kami menunjukkan perlunya serangkaian rekomendasi diet yang baru untuk mencegah stroke bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas,” kata penulis riset, Cecilia Samieri, sebagaimana dikutip AFP.
Sementara itu, seorang neurolog di Columbia University Medical Center di New York, Dr Nikolaos Scarmeas, yang menulis editorial yang disiarkan bersama studi tersebut, menekankan bahwa penelitian tersebut bersifat “observasional”.
Studi itu menemukan hubungan antara penggunaan minyak zaitun oleh manusia dan risiko stroke yang mereka hadapi, kata Scarmeas. Akan tetapi, hal itu tak perlu diterjemahkan menjadi hubungan sebab-akibat.
“Orang yang mengonsumsi minyak zaitun mungkin sangat berbeda dari orang yang tidak menggunakannya,” kata Scarmeas.
Pengguna minyak zaitun, misalnya, mungkin memiliki penghasilan yang lebih tinggi, makan lebih baik secara keseluruhan atau lebih sering berolahraga dibandingkan dengan orang yang tak pernah mengonsumsi minyak zaitun.
Para peneliti dalam studi baru itu, yang dipimpin oleh Cecilia Samieri, berusaha memperhitungkan perbedaan itu. Dan setelah mereka melakukannya, minyak zaitun tetap terbukti memiliki hubungan risiko stroke yang lebih rendah.
Akan tetapi, Scarmeas menyatakan bahwa tak mungkin untuk sepenuhnya memperhitungkan semua variabel itu. Yang diperlukan, katanya, adalah percobaan klinis, yaitu obyek penelitian secara acak diminta menggunakan minyak zaitun atau tidak, lalu diikuti perkembangannya dari waktu ke waktu untuk melihat siapa yang terserang stroke.
Percobaan klinik semacam itu dipandang sebagai “standar emas” bukti medis. “Stroke biasa terjadi di kalangan orang yang berusia lanjut dan minyak zaitun akan menjadi cara yang mudah dan murah untuk membantu mencegahnya,” kata Cecilia Samieri. Temuan tersebut disiarkan di jurnal media American Academy of Neurology, “Neurology”.
AMAZON PLUS, minuman kesehatan kelas premium yang diolah dari zaitun hydroxytyrosol dan kandungan lainnya seperti acai berry, delima merah, blue berry, tomat dan keseluruhan buah manggis (kulit, daging dan biji). Minum amazon plus 30-90 ml setiap hari membantu mencegah stroke. AMAZON PLUS juga berkhasiat mengobati stroke.
Untuk informasi lebih banyak tentang Amazon Plus bisa hubungi kami
Sumber: www.kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)