Tampilkan postingan dengan label daun sirsak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daun sirsak. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

HEALING PROCESS

Bagi mereka yang mengonsumsi K-Muricata dan mengidap berbagai keluhan kesehatan, biasanya akan mengalami proses penyembuhan atau biasa disebut “Healing Process”. Healing process rasanya tidak nyaman untuk tubuh, namun harus dilalui bagi mereka yang ingin meraih kesehatan secara hakiki. Pada saat tubuh melakukan detoksifikasi atau proses pembuangan racun tubuh, maka akan terjadi pada tingkat organ sampai sel. Selain itu, Anda juga akan mengalami proses penyeimbangan metabolisme tubuh.

Healing Process biasanya berlangsung selama 4 minggu, namun terkadang lebih lama tergantung seberapa banyak toksin yang terdapat dalam tubuh penderita. Setelah “Healing Process” berlalu, penderita keluhan kesehatan akan mendapatkan peningkatan kualitas kesehatan yang kian sempurna.

Healing Process dan Kemungkinan yang Terjadi :

  • Mengantuk, keletihan di tangan dan kaki.Menunjukkan kondisi tubuh asam, fungsi hati yang lemah, olahraga/aktivitas berlebihan, konsumsi obat-obatan secara berkala dari waktu ke waktu (intensif jangka lama) dan gula darah tidak normal.

  • Buang air kecil terus menerus, buang angin dan perut terasa kembung. Menunjukkan masalah pencernaan dan maag.

  • Badan terasa panas, flu, energi berlebihan dan susah tidur. Menunjukkan tubuh sedang membakar lemak, mengubah menjadi energi (ini reaksi yang paling normal) dan insomnia.

  • Pusing, merasa lemah dan lapar. Menunjukkan tekanan darah rendah (terutama untuk penderita anemia).

  • Muntah, mual, diare, sembelit dan bersendawa. Menunjukkan pencernaan tidak baik, masalah di perut dan hati serta asam di perut yang terlalu berlebihan.

  • Jerawat, gatal, kemerah-merahan di kulit, keringat berlebih dan air seni yang bau. Menunjukkan racun di tubuh, konstipasi/sembelit, hati lemah, alergi dan cairan tubuh yang kurang.

  • Meningkatnya rasa sakit bagian tubuh tertentu seperti sakit kepala, pusing. Menunjukkan ulser (sariawan) pada usus/pencernaan, rematik, asam urin tinggi, pasien migrain/vertigo, gangguan syaraf dan rematik (peradangan sendi).

  • Menstruasi tidak teratur, tekanan darah menurun. Menunjukkan penyesuaian hormon, darah rendah, anemia dan masalah menstruasi tidak teratur.

  • Batuk kering, sariawan dan bau mulut. Menunjukkan proses detoksifikasi dan kurang cairan.

  • Mimisan, sesak nafas dan batuk berdahak. Menunjukkan fungsi paru-paru lemah, alergi, sinusitis, hipertensi, asma dan anemia.

  • Peningkatan sementara pada gula darah, tekanan darah dan detak jantung. Menunjukkan diabetes, darah tinggi, darah kental, kolesterol yang tidak normal. Untuk yang mengalami keluhan ini, reaksi tersebut adalah normal, dianjurkan untuk tidak kaget dan tetap mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter sebelum mengonsumsi K- Muricata dan Amazon Berries.

  • Muka dan kaki sedikit membengkak, tensi darah yang menurun. Menunjukkan lemahnya fungsi ginjal.

  • Sedikit bercak darah saat pembuangan. Menunjukkan gejala yang normal pada orang yang mengalami ambeien (dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak cairan).


Apabila Anda tidak mengalami gejala/reaksi apa pun berarti menunjukkan kesehatan yang baik atau reaksi tubuh yang lambat. Tiap orang mengalami reaksi yang berbeda-beda, ada juga yang tidak mengalami reaksi apa pun.

Bila tidak mengalami reaksi, Anda dapat melanjutkan konsumsi produk PT Bintang Sejagat dan bersyukur Anda memiliki kesehatan yang baik, oleh karena itu tetap pertahankan konsumsi K-Muricata.

Jika Anda sedang dalam proses pengobatan atau perawatan (kondisi serius), sebelum mengonsumsi produk herbal PT Bintang Sejagat sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter yang mengani Anda. Tetaplah mengonsumsi obat-obatan sampai Anda merasa lebih baik hingga dapat mulai mengurangi dosis obat Anda secara perlahan.

Selasa, 02 Juli 2013

K-Muricata Bantu Tumpas Kanker

World Health Organization (WHO) menyatakan penyebab kematian nomor satu di dunia adalah penyakit kardiovaskular yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner, serebrovaskulardan vaskular perifer. Sedangkan penyebab kematian nomor dua adalah penyakit infeksi dan parasit, yang ketiga adalah penyakit kanker.

Di Indonesia, kanker merupakan urutan ke 3 tertinggi tingkat kematian setelah penyakit Jantung. Penyebab utama kanker di Indonesia adalah :

  • Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengecek/general check-up adanya penyakit dalam tubuh mereka, sehingga diketahui adanya kanker sudah pada tingkat stadium lanjut.

  • Pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, merokok dan makan yang tak sehat.

  • Obat-obatan yang tidak tepat.


Penyebab kanker secara umum diklasifikasikan ke dalam dua kategori. Pertama faktor eksternal berasal dari lingkungan di luar tubuh manusia, meliputi kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok dan diet. Kita dapat dengan mudah menghindari penyebab ini dengan mengadopsi gaya hidup sehat, seperti makan-makanan yang sehat dan mempertahankan olahraga teratur. Kedua, faktor risiko internal termasuk mutasi genetika, yang tidak dapat dicegah.

Penyakit ini dianggap menakutkan, karena belum menemukan obat yang paling efektif untuk menjamin 100% kesembuhan penderitanya. Namun, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah dan bahkan mengobati kanker.

Beberapa jenis kanker dapat diobati dan ada banyak cara untuk melakukan perawatan. Ada perawatan medis konvensional seperti kemoterapi dan radioterapi, jenis pengobatan sering datang dengan efek samping. Di sisi lain, ada juga yang menggunakan bahan-bahan alami seperti pengobatan alternatif. Banyak tanaman yang dianggap memiliki sifat antikanker dan salah satunya adalah Typhonium flagiliforme.

Typhonium flagiliforme adalah nama ilmiah untuk tanaman yang dikenal secara lokal sebagai keladi tikus. Tanaman ini milik keluarga Araceae dan itu hanya dapat tumbuh hingga 25-30 cm. Biasanya ditemukan di Asia Tenggara dan tumbuh di habitat yang lembab, jauh dari sinar matahari. Daunnya berwarna hijau dan memiliki sekop berbentuk daun sirih. Umbi keladi tikus telah terbukti dapat mengobati berbagai jenis kanker. Daun umbi keladi tikus memiliki tiga besar bahan yang memiliki sifat antikanker:

Kombinasi dari zat ini membantu mempertahankan sistem kekebalan yang kuat untuk melawan sel-sel kanker. Umbi keladi tikus merupakan pengobatan kanker alternatif yang terjangkau dan tidak memiliki efek samping. Tanaman ini juga mengurangi efek samping dari radioterapidankemoterapi, membantu pasien kanker pulih lebih cepat. Namun, tumbuhan tersebut harus dapat tumbuh secara organik, tanpa tambahan pupuk kimia berbahaya atau pestisida.

Umbi keladi tikus tidak hanya akan menguntungkan pasien kanker, tetapi juga bermanfaat untuk spesialis kanker, herbal praktisi dan ahli farmasi. Bahan multiguna ini juga digunakan untuk memberikan bantuan penderita batuk, asma dan wasir. Selain itu, umbi keladi tikus bisa juga untuk detoksifikasi, menyingkirkan barah dan nanah, mengurangi pembengkakan, menghentikan pendarahan, meringankan penderitaan, membersihkan sistem pencernaan dan meningkatkan kesehatan.

Pada pasien yang menjalani kemoterapi dengan pemberian keladi tikus, efek samping dari kemoterapi tidak terlalu kuat dirasakan. Tak hanya itu pasien yang menjalani kemoterapi dengan mengonsumsi keladi tikus dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga pasien dapat menyelesaikan serangkaian pengobatan dengan baik. Kami memproduksi herbal K-Muricata dengan bahan keladi tikus (K) dan Annona muricata (Muricata) yang diekstrak secara alami sehingga baik untuk kesehatan.

Keunggulan acetogenins pada daun sirsak

Keunggulan acetogenins pada daun sirsak obat kanker - Tanaman sirsak sudah banyak dijumpai di Indonesia, karena sirsak dapat tumbuh di mana saja, namun tanaman ini paling baik jika tumbuh di tempat yang berair. Daun sirsak obat kanker menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat karena khasiatnya dalam menumpas kanker. Kenyataannya sebagian masyarakat sudah mengenal tanaman sirsak secara turun menurun sebagai tanaman obat. Masyarakat Aceh memanfaatkan daun sirsak untuk mengobati batuk. Di Madura, buahnya digunakan untuk mengobati diare dan sakit perut, sedangkan di daerah Kalimantan, secara tradisional memanfaatkannya untuk mengobati demam.

Definisi Annonaceous acetogenins.


keunggulan daun sirsak obat kankerBanyak sekali kandungan senyawa Bioaktif Fitokimia yang ditemukan dalam tanaman sirsak, salah satu komponen bermanfaat yang terpenting adalah Annonaceous Acetogenins.

Annonaceous acetogenins adalah senyawa fitokimia terpenting yang terdapat pada tanaman sirsak. Senyawa ini bersifat sitotoksik yang secara spesifik ditemukan pada tanaman dari keluarga annonaceae. Jerry McLaughlin PhD dari Purdue University menemukan senyawa acetogenins pada buah paw paw, Asimina triloba. Paw paw merupakan tanaman satu keluarga dengan sirsak yaitu sama-sama anggota keluarga Annonaceae. Pada tahun 1995-1996, Jerry Mc Laughlin PhD dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat dan Profesor Soelaksono dari Institut Teknologi Bandung dalam penelitiannya  menemukan senyawa yang termasuk kedalam annonaceous acetogenins dari daun  dan batang pohon sirsak.

Sebenarnya banyak ilmuan yang telah mempelajari sifat senyawa tersebut sejak tahun 1940. Senyawa Acetogenins telah banyak digunakan dalam penelitian Ilmiah kedokteran. Bahkan klaim mengenai kedahsyatan manfaat Acetogenins telah dipublikasikan di berbagai jurnal Internasional.

Penelitian pertama mengenai Sitotoksik Acetogenins dilakukan oleh Universitas Purdue di West Lafayette, Indiana, Amerika Serikat. Penelitian lain yang membuktikan khasiat kandungan Acetogenins di berbagai Negara dibiayai oleh Lembaga Institut Kanker Nasional, Amerika Serikat.

Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa sebanyak 20 tes laboratorium menemukan bahwa daun dan batang Anona Muricata Linn memiliki sitotoksitas terhadap sel kanker. Acetogenins adalah kumpulan senyawa aktif yang memiliki aktivitas sitotoksik di dalam tubuh dengan cara menghambat transport ATP atau energi yang digunakan sel kanker untuk berkembang.

Pada tahun 1976 sebuah penelitian menemukan bahwa daun sirsak mengandung zat Annonaceous Acetogenins yang memiliki senyawa antitumor dan antikanker yang potensial tanpa merusak sel yang sehat. Kemampuannya membunuh sel-sel kanker 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan zat yang terdapat dalam pengobatan kemoterapi yaitu zat Adryamycin.

Senyawa annonaceous acetogenins merupakan kumpulan senyawa aktif yang mempunyai sifat sitotoksik di dalam tubuh dan berkerja dengan  menghambat transpor ATP, adenosina trifosfat. Diketahui bahwa ATP merupakan sumber energi yang  digunakan untuk pertumbuhan sel-sel dalam tubuh. Karena merupakan kumpulan senyawa, maka ada banyak senyawa dalam acetogenins. Senyawa ini memiliki 350 senyawa turunan yang ditemukan pada keluarga Annonaceae. Beberapa senyawa turunan acetogenins adalah annopentocin-A, muricatocins A, muricatocins B, annonacin A, trans-isoannonacin, annonacin-10-one, dan muricatocin. Sebanyak 82 senyawa ditemukan dalam tanaman sirsak.

Struktur Senyawa Acetogenins.


Contoh salah satu struktur dari senyawa acetogenins yaitu annopentocin-A ditunjukkan seperti pada gambar. Annopentocin-A memiliki rumus molekul C35H64O8 dengan synonyms 2(5H)-Furanone,3-(2,8-dihydroxy-9-[tetrahydro-5-(1,4,5-trihydroxyheptadecyl)-2-furanyl]nonyl]-5-methyl-[2S-[2.


[caption id="attachment_9546" align="aligncenter" width="519"]strukur senyawa annopentocin A strukur senyawa annopentocin A[/caption]


Kerja Senyawa Acetogenins daun sirsak obat Kanker


Sebagai senyawa sitotoksik, senyawa acetogenins dapat bersifat toksik sebagai zat racun, maupun sebagai zat yang dapat menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dan tumor. Dalam pertumbuhannya sel kanker membutuhkan banyak energi, dengan demikian, pertumbuhan dan perkembangan kanker  akan membutuhkan banyak adenosina trifosfat (ATP).

Senyawa acetogenins akan menghambat ATP yang menjadi sumber energi bagi sel kanker. Sel kanker tumbuh secara tidak normal. Sel membelah diri begitu cepat. Keadaan ini  membutuhkan energi yang sangat besar.  Setiap 2—5 jam sel kanker membelah diri, sedangkan sel normal membutuhkan waktu jauh lebih lama. Butuh waktu 7—14 hari sel norma untuk dapat membelah diri. Di sini senyawa acetogenins berperan sebagai inhibitor sumber energi untuk pertumbuhan sel kanker. Kekurangan energi menyebabkan sel tidak dapat membelah. Sel kanker gagal untuk berkembang. Pada akhirnya sel kanker akan mati.

Senyawa acetoginins yang masuk ke dalam tubuh akan menempel pada dinding sel dan secara seletif berfungsi sebagai perusak ATP di dinding mitokondria. Mitokondria merupakan organ tempat dihasilkannya energi dalam bentuk ATP. Karena sel kanker butuh banyak energi untuk berkembang, sedangkan sumber energi dalam sel berkurang dan bahkan terhenti, maka sel kankerpun berhenti membelah dan selanjutnya akan mati.  Senyawa ini secara selektif menyerang sel yang tumbuh abnormal dengan energi besar. Sel-sel normal yang butuh energi relatif rendah dalam pertumbuhanya tidak menjadi target dari senyawa acetogenins.

Selain pada sirsak, acetogenins ditemukan juga pada srikaya, Annona squamosa dan mulwo, Annona reticulata.  Peneliti di Amerika Selatan mengklaim khasiat paw paw alias mulwo terhadap kanker jauh lebih baik daripada sirsak. Namun para peneliti sepakat bahwa senyawa acetoginins sangat efektif dalam membunuh sel kanker dengan kekuatan melebihi keefektifan adriamycin yang biasa digunakan sebagai obat kemoterapi.

Berdasarkan histori pemanfaatan secara tradisiaonal dan serangkaian penelitian di sejumlah negara, tanaman sirsak memiliki cukup banyak khasiat yang berguna bagi kesehatan umat manusia. Daun sirsak obat kanker Selain efektif dalam menyembuhkan kanker, tanaman sirsak dapat juga digunakan sebagai obat antitumor, antidiabetes, antibakteri, anti-peradangan, antikejang, penurun tekanan darah, asam urat, asma, disntri, kencing batu, osteoporosis, cacingan, wasir, sembelit, arthritis, pegal nyeri pinggang. Pemanfaatan lainnya adalah untuk obat yang digunakan pada pertanian sebagai pembunuh hama.

 

 

Sumber