Selasa, 09 Juli 2013

Putus sekolah akibat menderita tumor anggur

[caption id="attachment_1541" align="alignnone" width="600"] Ibu Elmi, selaku komisaris PT. Bintang Sejagat, sedang memberikan bantuan produk K-Muricata kepada Anita yang mengidap tumor Anggur.[/caption]

Pada kenaikan SMA tahun 2012 lalu, Anita (17) mengalami nyeri di perut yang terasa sangat sakit sekali. Ketika itu ujian kenaikan kelas Anita sedang dilaksanakan, hari pertama ujian perutnya terasa sangat sakit. Sehingga, ia tak mampu berkonsentrasi dengan baik. Hari kedua Anita sudah tidak lagi mengikuti ujian di sekolah. Dari situlah, Anita sudah tidak bisa mengikuti aktivitas sekolah seperti teman-teman lainnya.

Hari ke hari perut Anita semakin sakit, bahkan ia tidak bisa berdiri, siswi kelas 1 SMA itu tergolek lemah tak berdaya di tempat tidur. Kemudian ia dibawa oleh keluarga untuk berobat ke Rumah Sakit Kepolisian Pusat R.S. SUKANTO Kramat Jati, Jakarta Timur. Dokter mendiagnosa Anita terkena penyakit tumor anggur, karena itu selama sembilan hari ia dirawat di rumah sakit. Sepulangnya dari rumah sakit, keadaan Anita belum juga membaik.

Selama tujuh bulan Anita menderita penyakit tumor anggur, dan selama itu pula ia tak lagi pergi ke sekolah. Untuk melanjutkan sekolahnya, Anita harus kembali duduk di bangku kelas 1 SMA. Awal November 2012 ia bertemu dengan Bu Elmi, dengan penyakit yang diderita Anita, owner Sejagat memberikan dua produk herbal sosial PT Bintang Sejagat Internasional yakni Amazon Berries dan K-Muricata. Anita mulai mengonsumsi kedua produk herbal tersebut setiap hari sebanyak 2x1 sehari.

Setelah kurang lebih satu bulan mengonsumsi kedua produk herbal PT Bintang Sejagat, tubuh Anita merasa lebih segar, ia tak lagi mengalami nyeri di bagian perut. Dengan kesehatannya yang semakin membaik, Anita pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan tumor yang bersarang di perutnya. Dari hasil USG, tumor anggur di perut Anita sudah tidak ada lagi. “Alhamdulillah saya sudah tidak mengalami sakit yang luar biasa di perut lagi, dan tumor di perut sudah menghilang. Untuk itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pimpinan perusahaan yakni Bu Elmi,” ungkap Anita.

Sampai saat ini Anita sudah tak lagi melanjutkan sekolahnya, karena penyakit tumor anggur yang menghentikan aktivitasnya. Gadis berumur 17 tahun ini akan terus belajar, walaupun ia tidak dapat bersekolah lagi. Oleh karena itu, untuk dapat memperoleh izasah SMA ia akan menempuh ujian kejar paket C.

Senin, 08 Juli 2013

HEALING PROCESS

Bagi mereka yang mengonsumsi K-Muricata dan mengidap berbagai keluhan kesehatan, biasanya akan mengalami proses penyembuhan atau biasa disebut “Healing Process”. Healing process rasanya tidak nyaman untuk tubuh, namun harus dilalui bagi mereka yang ingin meraih kesehatan secara hakiki. Pada saat tubuh melakukan detoksifikasi atau proses pembuangan racun tubuh, maka akan terjadi pada tingkat organ sampai sel. Selain itu, Anda juga akan mengalami proses penyeimbangan metabolisme tubuh.

Healing Process biasanya berlangsung selama 4 minggu, namun terkadang lebih lama tergantung seberapa banyak toksin yang terdapat dalam tubuh penderita. Setelah “Healing Process” berlalu, penderita keluhan kesehatan akan mendapatkan peningkatan kualitas kesehatan yang kian sempurna.

Healing Process dan Kemungkinan yang Terjadi :

  • Mengantuk, keletihan di tangan dan kaki.Menunjukkan kondisi tubuh asam, fungsi hati yang lemah, olahraga/aktivitas berlebihan, konsumsi obat-obatan secara berkala dari waktu ke waktu (intensif jangka lama) dan gula darah tidak normal.

  • Buang air kecil terus menerus, buang angin dan perut terasa kembung. Menunjukkan masalah pencernaan dan maag.

  • Badan terasa panas, flu, energi berlebihan dan susah tidur. Menunjukkan tubuh sedang membakar lemak, mengubah menjadi energi (ini reaksi yang paling normal) dan insomnia.

  • Pusing, merasa lemah dan lapar. Menunjukkan tekanan darah rendah (terutama untuk penderita anemia).

  • Muntah, mual, diare, sembelit dan bersendawa. Menunjukkan pencernaan tidak baik, masalah di perut dan hati serta asam di perut yang terlalu berlebihan.

  • Jerawat, gatal, kemerah-merahan di kulit, keringat berlebih dan air seni yang bau. Menunjukkan racun di tubuh, konstipasi/sembelit, hati lemah, alergi dan cairan tubuh yang kurang.

  • Meningkatnya rasa sakit bagian tubuh tertentu seperti sakit kepala, pusing. Menunjukkan ulser (sariawan) pada usus/pencernaan, rematik, asam urin tinggi, pasien migrain/vertigo, gangguan syaraf dan rematik (peradangan sendi).

  • Menstruasi tidak teratur, tekanan darah menurun. Menunjukkan penyesuaian hormon, darah rendah, anemia dan masalah menstruasi tidak teratur.

  • Batuk kering, sariawan dan bau mulut. Menunjukkan proses detoksifikasi dan kurang cairan.

  • Mimisan, sesak nafas dan batuk berdahak. Menunjukkan fungsi paru-paru lemah, alergi, sinusitis, hipertensi, asma dan anemia.

  • Peningkatan sementara pada gula darah, tekanan darah dan detak jantung. Menunjukkan diabetes, darah tinggi, darah kental, kolesterol yang tidak normal. Untuk yang mengalami keluhan ini, reaksi tersebut adalah normal, dianjurkan untuk tidak kaget dan tetap mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter sebelum mengonsumsi K- Muricata dan Amazon Berries.

  • Muka dan kaki sedikit membengkak, tensi darah yang menurun. Menunjukkan lemahnya fungsi ginjal.

  • Sedikit bercak darah saat pembuangan. Menunjukkan gejala yang normal pada orang yang mengalami ambeien (dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak cairan).


Apabila Anda tidak mengalami gejala/reaksi apa pun berarti menunjukkan kesehatan yang baik atau reaksi tubuh yang lambat. Tiap orang mengalami reaksi yang berbeda-beda, ada juga yang tidak mengalami reaksi apa pun.

Bila tidak mengalami reaksi, Anda dapat melanjutkan konsumsi produk PT Bintang Sejagat dan bersyukur Anda memiliki kesehatan yang baik, oleh karena itu tetap pertahankan konsumsi K-Muricata.

Jika Anda sedang dalam proses pengobatan atau perawatan (kondisi serius), sebelum mengonsumsi produk herbal PT Bintang Sejagat sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter yang mengani Anda. Tetaplah mengonsumsi obat-obatan sampai Anda merasa lebih baik hingga dapat mulai mengurangi dosis obat Anda secara perlahan.

Cara konsumsi K-Muricata

Ambil 1 sachet K-Muricata kemudian diseduh dengan air panas dengan suhu 1000C, ditutup kira-kira 3 menit kemudian diaduk dan diminum selagi hangat.

Sebaiknya wadah yang digunakan adalah gelas kaca dan air direbus dengan wadah stainless steel atau priuk dari bahan tanah, kaca atau keramik.

Dosis yang dianjurkan :

  • 1x1 sachet per hari sesudah makan untuk menjaga dan mencegah terserang suatu penyakit, bila sakit ringan seperti : Demam, flu, asam urat ringan, badan pegal-pegal, rematik ringan, amandel, peradangan, pilek, sakit kepala, sakit perut jika haid, haid tidak lancar,dll.

  • 2x1 sachet per hari sesudah makan pagi dan siang, jika menderita penyakit yang lumayan serius seperti : Asma, asam urat tinggi dan sudah bengkak, rematik akut, migrain, hipertensi, stroke, kista/mioma, serviks, ambeien, paru-paru basah, alzheimer, parkinson, kanker stadium 1-2, enzim/gatal-gatal yang sudah akut, psoriasis, diabetes yang terlalu tinggi dan penyakit kronis lainnya. Diberikan teh K-Muricata dari dosis yang paling rendah, jika kondisi tubuh sudah lebih baik, dosisnya bisa dinaikkan secara perlahan hingga maksimal 2x1 sachet per hari.

  • Untuk balita bisa diminumkan 1-3 sendok (setelah makan) jika demam tinggi (menghindari terjadinya step), adanya peradangan.

  • Untuk penderita maag akut, liver, hepatitis, ginjal, darah rendah dan kondisi tubuh menurun, sebaiknya diamati dahulu kondisi dan staminanya, jangan langsung diminumkan K-Muricata. Sebaiknya dikonsumsikan Amazon Berries 2x1 sachet per hari  selama kira-kira seminggu. Jika staminanya sudah meningkat dan keadaan lambung, ginjal dan hati tidak bengkak, bisa diminumkan K-Muricata dimulai dengan dosis yang rendah 1x1 sachet per hari setiap pagi setelah makan.


Ampas teh herbal K-Muricata bisa dioleskan/dikompres 15 menit sebelum mandi, jika ada luka luar seperti luka bakar, luka karena kecelakaan, luka setelah operasi, bisul/borok, ekzim, luka karena diabetes, luka karena kanker payudara, dll.

Perhatian : Tidak diperbolehkan untuk Ibu hamil dan penderita yang mengalami segala jenis pendarahan baik pria maupun wanita.

Kanker serviks, berbahaya tapi bisa dideteksi

Kebanyakan kasus kanker serviks atau kanker leher rahim ditemukan dalam stadium lanjut karena pada tahap awal biasanya penyakit ini tidak memberikan gejala. Tapi bukan berarti kanker leher rahim (serviks) tidak bisa dideteksi dan dicegah.

Secara umum ada dua cara pencegahan kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV), yakni pencegahan primer dengan vaksinasi serta pencegahan sekunder dengan pemeriksaan pap smear berkala.

Namun, baik upaya pencegahan primer maupun sekunder belum banyak dilakukan di negeri kita sehingga kanker servik masih merupakan kanker yang sering dijumpai pada perempuan.

"Setiap wanita berpeluang menderita kanker. Pap smear sampai saat ini masih jadi metode deteksi dini kanker leher rahim terbaik, terutama bagi yang pernah berhubungan seksual," kata dr. Chamim, Sp.OG (K) dari Brawijaya Women and Children Hospital, pada acara bertema Early Detection Cervical Cancer and Breast Cancer di Jakarta, Sabtu (6/7).

Pap smear sebaiknya dilakukan secara rutin. Pemeriksaan dilakukan 5 hari setelah haid.  Pemeriksaan ini mengambil contoh sel leher rahim wanita.

Jika hasil pemeriksaan negatif menandakan tidak adanya sel kanker. Meski begitu gaya hidup sehat tetap harus dilakukan untuk menekan risiko kanker. "Jangan lupa untuk kembali pap smear dalam satu atau 2 tahun," katanya.

Sementara itu jika hasil tes positif, menandakan adanya perubahan sel pada tubuh wanita. Chamim menyarankan wanita melakukan biopsi untuk memastikannya. Melalui tes ini akan diketahui apakah sel hanya sekedar berubah (displasia), atau sudah menjadi kanker. Selanjutnya dokter akan menentukan terapi apa yang sebaiknya dijalani.

Pap smear sendiri tidak 100 persen menentukan adanya perubahan sel yang merujuk pada kanker. Tingkat akurasinya berkisar antara 70-95 persen, bergantung pada laboratorium penguji, misalnya keakuratan pengambilan sampel, pengolahan bahan, sampai interpretasi gambar sediaan sampel.

Itu sebabnya terkadang ditemukan adanya hasil false negatif (sel dinyatakan normal padahal terdapat perubahan sel) dan false positif (hasil tes mengatakan wanita memiliki sel leher rahim abnormal padahal sel tersebut sesungguhnya normal).

Namun kesalahan ini bisa diminimalisir bila wanita rutin melakukan pap smear. "Kalau rajin pap smear jadi lebih mudah dan cepat ketahuan. Apalagi bila dokternya sudah sering melakukan pap smear, mungkin kurang dari seminggu sudah ada hasil," jelas Chamim.

Selain pap smear, Chamim menyarankan tes menggunakan Internal Visual with Acidity Avid (IVA). Tes ini menggunakan asam asetat dengan kadar 3-5 persen, yang diteteskan pada leher rahim. Apabila terdapat lesi atau bercak keputihan, maka terdapat perubahan sel yang mengindikasikan pasien untuk melakukan tes lanjutan.

Tes ini, kata Chamim, tidak memerlukan alat atau kapasitas tertentu. "Dokter atau bidan puskesmas bisa melakukannya. Metode ini banyak dipakai di negara berkembang dengan sumber daya terbatas," ujarnya.

Hasil tes IVA juga bisa terbaca dalam waktu kurang dari satu menit. Menurut Chamim, pap smear dan IVA sama efektifnya sebagai deteksi dini cegah kanker. Pengulangan IVA juga sebaiknya dilakukan 1-2 tahun.

Dengan adanya dua metode ini, kata Chamim, tidak ada lagi alasan untuk tidak melakukan deteksi dini kanker leher rahim pada wanita.

Sumber: Kompas.com

 

Sabtu, 06 Juli 2013

Pengobatan kanker dengan Typhonium flagelliforme

Typhonium flagelliforme dapat dengan mudah ditemukan di hutan Indonesia. Telah digunakan untuk mengobati luka dalam dan edema. Rhizoma tanaman secara tradisional telah digunakan sebagai ekspektoran untuk batuk dan sebagai pengobatan untuk penyakit paru-paru dll. Di Filipina, bunganya digunakan untuk menangkal pendarahan dan membantu dalam penyembuhan luka (Perry, 1980).

Tanaman ini memiliki sifat antikanker, ditemukan pada awal tahun 1990-an (Neoh, 1992) namun hingga saat ini belum digunakan secara resmi sebagai obat antikanker, karena belum ditemukan senyawa aktifnya. Namun, tanaman ini telah digunakan secara luas sebagai salah satu komponen dari ramuan tradisional untuk mengobati kanker payudara, paru-paru, usus besar dan hati (Teo dan Ching, 1996). Itokawa dan Takeya (1993) menemukan bahwa ekstrak T. flagelliforme dari akar, rimpang, batang dan daun memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel P388.

Sebuah teknik budidaya telah ditetapkan untuk tanaman ini (Su et al., 2000). Sebuah media digunakan untuk membuat formulasi yang dapat diproduksi secara masal dalam Planlet (kalus yang berkembang jadi tunas yang dapat menghasilkan akar dan selanjutnya tumbuh menjadi individu baru). Kultur invitro dalam waktu empat minggu menggunakan sistem total rendaman. Sebagai perbandingan, tanaman induk yang tumbuh di habitat alami diambil setidaknya sebelum 12 minggu, sehingga mereka dapat dianggap menguntungkan untuk persiapan ramuan tradisional (Chan et al, 2000).

Planlet in-vitro telah diuji di laboratorium agar efektif melawan sel-sel tumor kelenjar mammae, paru-paru dan hati. Oleh karena itu, sistem penyebaran dapat digunakan sebagai metode untuk produksi masal typhonium flagelliforme dan ini akan menjamin kelangsungan pasokan dari tanaman obat dan bahan tanaman (Chan dan Koh, 2002).

Sumber: Chan Lai Keng, PhD, Universitas Sains Malaysia

Kamis, 04 Juli 2013

Keladi tikus bantu pasien kanker?



Khasiat Keladi Tikus sudah banyak dikenal sebagai obat penyembuh penyakit kanker. Keladi Tikus merupakan jenis tumbuhan yang nama latinnya adalah Typhonium Flagelliaforme.

Keladi Tikus yang dalam bahasa asing dikenal dengan nama Rodent Tuber ini merupakan tanaman sejenis talas yang memiliki tinggi antara 25 cm-30 cm. Tanaman Keladi Tikus ini tumbuh di semak-semak yang tidak terkena sinar matahari langsung.




Tumbuhan Keladi Tikus yang masuk dalam famili tumbuhan Araceae ini telah di riset oleh berbagai pakar dan ahli kesehatan dan memiliki khasiat sebagai obat penghambat dan penghancur sel kanker.

Fungsi lain Keladi Tikus adalah kemampuannya untuk menghilangkan efek negatif dari kemoterapi, serta  berfungsi sebagai anti-virus dan anti-bakteri.

 


1. Apakah ada efek samping dari keladi tikus? Seperti apa efek samping yang diberikan?
Saat ini tidak ada efek samping dari keladi tikus yang telah didokumentasikan. Namun, setelah dua hari mengonsumsi keladi tikus, mungkin Anda akan merasa tidak nyaman di bagian perut, sedikit mual, buang air besar berwarna hitam pekat dan Anda merasa lesu karena pembuangan racun dalam tubuh. Jika hal ini terjadi, Anda bisa menurunkan dosis penggunaan keladi tikus. Ketika Anda sudah merasa lebih baik, Anda dapat melanjutkan konsumsi keladi tikus dengan jumlah dosis seperti biasa.

2. Apakah keladi tikus AMAN untuk dikonsumsi?
Ya, Keladi tikus telah disetujui secara lokal di pengujian laboratorium dan bersertifikat 100% herbal alami. Disetujui oleh Departemen Kesehatan Malaysia dan seluruh dunia sebagai bahan yang tidak berbahaya. Keladi tikus dikategorikan sebagai "suplemen makanan".

3. Bagaimana cara kerja keladi tikus membantu pasien kanker?
Keladi tikus mengandung zat yang membantu penghapusan racun dalam sistem peredaran darah. Tanaman ini mengandung ribosom inacting protein (RIP), antioksidan dan kurkumin. RIP bekerja melemahkan pertumbuhan sel kanker, mematikan sel kanker tanpa mengganggu sistem sekitarnya dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Esensi antioksidan bekerja untuk mencegah terjadinya kerusakan gen. Sementara fungsi kurkumin sebagai antiinflamasi. Kombinasi ini memungkinkan konten untuk memproduksi mediator yang menstimulasi untuk menguatkan sel-sel dari sistem kekebalan tubuh untuk bekerja sama untuk melawan sel-sel kanker.

4. Apakah wanita hamil bisa mengonsumsi keladi tikus?
Tidak, wanita hamil tidak diperbolehkan untuk mengonsumsinya karena bisa mempengaruhi janin dalam kandungan.

5. Jika ada benjolan di payudara, tapi masih belum jelas apakah benjolan tersebut kanker atau tidak, apakah saya masih bisa konsumsi keladi tikus?
Ya, Anda dapat terus mengonsumsinya baik juga untuk pasien non-kanker.

Sumber: cancers treatment

Rabu, 03 Juli 2013

Asam urat tinggi sembuh dengan K-Muricata

Sepulang dari rumah sakit saya menghabiskan waktu hanya di tempat tidur saja, belum ada perkembangan yang jelas atas penyakit yang saya derita. Dokter mengatakan saya memiliki penyakit asam urat yang tinggi, jantung, liver dan tekanan darah tinggi.

Sewaktu di rumah sakit, teman-teman merasa sangat prihatin sekali dengan keadaan saya, mereka bilang saya seperti seorang mayat. Saya merasa putus asa dengan penyakit ini, tapi dengan sabar istri selalu menemani saya setiap harinya.

Kemudian datang Bapak Subhan untuk melakukan terapi serta memberikan saya obat yang ia bilang dapat menyembuhkan penyakit saya. Ia bawakan Amazon Berries untuk menyembuhkan segala penyakit termasuk asam urat, jantung, liver dan tekanan darah tinggi, serta K-Muricata untuk detoksifikasi segala penyakit di dalam tubuh.

Awalnya saya merasa ragu untuk mengonsumsinya, tapi saya tetap ingin mencobanya dengan minum  secara teratur. Hari pertama saya sudah bisa bangun dari tempat tidur, dua hari kemudian saya bisa berdiri walaupun masih menggunakan tongkat.

Luar biasa, satu minggu kemudian saya bisa berdiri tanpa menggunakan kursi roda maupun tongkat. Setelah membuktikan sendiri, ternyata saya benar-benar mengalami kesembuhan yang berarti. Bagi rekan-rekan sekalian yang mengalami asam urat cobalah untuk mengonsumsi kedua produk ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Allah SWT dan kedua herbal PT Bintang Sejagat Internasional.